IHSG Melemah, Dirut BEI Curigai Terimbas Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang hari ini tidak akan berlangsung lama. Direktur Utama BEI Tito Sulistio menilai, masuknya IHSG ke zona merah murni karena adanya persepsi dari perekonomian dunia, terutama Amerika Serikat. Pasalnya, kinerja para emiten justru menunjukkan sebaliknya.

    "Saya katakan bahwa jika hasil perusahaan pada 2017 bagus dan ekonomi bagus, ini semua hanya persepsi sesaat karena fundamental ekonomi dan perusahaan itu bagus," katanya saat menggelar jumpa pers di Gedung BEI, Selasa, 6 Februari 2018.

    Dia menjelaskan, saat ini pasar saham di seluruh negara memang tengah terkoreksi. Indonesia, sambungnya, termasuk beruntung karena pelemahan indeks tidak terlalu dalam. Dari data yang dirilis BEI, sampai akhir bulan lalu BEI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,5 persen.

    Adapun secara year to date 5 Februari lalu, Indonesia berhasil menempati posisi ketiga dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,12 persen, hanya kalah dari bursa Shanghai yang tumbuh 3,19 persen dan Hong Kong sebesar 2,46 persen. "Jadi performance di Asean terbaik dan di Asia hanya kalah dengan China," ujarnya.

    Sementara itu, sebanyak sembilan emiten yang telah merilis laporan keuangan 2017 menunjukkan kinerja positif yakni tumbuh 22 persen. "Jadi pelemahan ini hanya persepsi sesaat. Karena ekonomi bagus, harga komoditas selama tiga bulan juga bagus," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.