Ingin Cengkeh Kembali Berjaya di Maluku, Ini Rencana Kalla

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato usai menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, 25 Januari 2018. Tim Media Setwapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato usai menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, 25 Januari 2018. Tim Media Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Pattimura Marthinus Johanes Saptenno terkait dengan komoditas cengkeh. Pertemuan tersebut berlangsung di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, hari ini, Senin, 5 Februari 2018. 

    Dalam pertemuan itu, Marthinus mengungkapkan bahwa JK menyarankan agar Universitas Pattimura mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku, dengan menanam rempah-rempah. "Beliau menyarankan supaya kami kembali menghidupkan potensi yang pernah ada di Maluku, seperti cengkeh dan pala," kata Marthinus, Senin, 5 Februari 2018.

    Simak: Krisis Cengkeh Ancam Kelangsungan Industri Rokok 

    Marthinus menjelaskan, potensi penanaman cengkeh dan pala di Maluku semakin habis belakangan ini. Bahkan, dari informasi yang didapatnya, Indonesia kini mengimpor cengkih. Padahal, komoditas cengkeh dan pala dari Indonesia pernah menjadi incaran bangsa barat.

    Kurangnya minat masyarakat untuk menanam cengkeh dan pala, kata Marthinus, akibat dari kebijakan pemerintah di Orde Baru. Saat itu, harga cengkeh dan pala sangat rendah. Hal itu tidak sebanding dengan tingkat kesulitan penanaman dan pengolahannya. "Karena itu mereka beralih ke mata pencaharian lain,' ujarnya.

    Untuk mewujudkan kembali potensi tersebut, Marthinus mengatakan akan menjalin kerja sama antara Fakultas Pertanian Universitas Pattimura dan pemerintah provinsi Maluku. Kerja sama itu di antaranya dengan melakukan penelitian. Kemudian, mengembangkan pertanian cengkeh dan pala agar menjadi komoditas unggulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.