Pertamina Alokasikan US$ 5,59 Miliar untuk Sektor Hulu

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Gigih Prakoso menuturkan Pertamina akan mengalokasikan anggaran US$ 5,59 miliar atau sekitar Rp 74,6 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) 2018. Sebagian besar dananya akan diarahkan ke sektor hulu.

    "Untuk penganggaran capex di 2018 direncanakan US$ 5,59 miliar," kata Gigih di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

    Baca: Perusahaan Cina Bidik Kilang Bontang 

    Pertamina berencana menggunakan anggaran tersebut untuk pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru, alih kelola Blok Mahakam, dan pengembang energi geotermal (panas bumi) untuk pembangkit tenaga listrik dalam sektor hulu.

    Gigih mengatakan 59 persen dari totalnya akan dialokasikan ke sektor hulu, 15 persen untuk sektor pemasaran, serta 15 persen untuk megaproyek, pengolahan, dan petrokimia. Lalu gas 5 persen, sektor pengolahan 3 persen, dan investasi lain 3 persen.

    Adapun investasi sektor pengolahan dan petrokimia digunakan untuk RDMP, GRR, dan PLBC, peningkatan fleksibilitas minyak mentah pada kilang, serta pengembangan produk turunan.

    Sedangkan untuk sektor pemasaran, investasi Pertamina akan digunakan untuk penguatan infrastruktur pasokan serta distribusi berupa terminal bahan bakar minyak dan pipa serta peremajaan kapal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.