Jonan Berharap BUMN di Sektor ESDM Diarahkan untuk IPO

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (tengah) usai rapat Tim Penilai Akhir (TPA) pergantian pejabat eselon Kementerian dan Lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 September 2017. ANTARA

    Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (tengah) usai rapat Tim Penilai Akhir (TPA) pergantian pejabat eselon Kementerian dan Lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 September 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan perusahaan yang beroperasi di Indonesia tidak ada yang lebih besar dari PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

    PT Pertamina (Persero) memiliki topline penjualan sekitar Rp 700 triliun-Rp 800 triliun, sementara PT PLN (Persero) memiliki sekitar Rp 300 triliun-Rp 350 triliun. Selain itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memiliki revenue Rp 400 triliun.

    Jonan berpendapat jika Pertamina atau PLN melantai di Bursa Efek Indonesia, maka akan besar sekali. Dia mencontohkan perusahaan listrik di dunia memiliki price earning ratio (PER) hampir 30 kali. Dengan demikian, dia menilai jika PLN melantai di Bursa Efek Indonesia maka kapitalisasi pasarnya (market cap) bisa mencapai Rp 500 triliun.

    Baca: Jonan Targetkan Lapangan Jangkrik Hasilkan Gas 600 Mmscfd

    Sementara untuk Pertamina, Jonan berpendapat bahwa anak usaha Pertamina seperti PT Pertamina Hulu Energi atau PT Pertamina Retail juga bisa melantai di Bursa Efek Indonesia.

    Hanya saja, Jonan menegaskan wewenang untuk IPO badan usaha milik negara (BUMN) merupakan kewenangan dari Kementerian BUMN sehingga pihaknya tidak mengetahui apakah anak usaha Pertamina akan diarahkan untuk IPO. “Enggak tahu. Tanya bu Rini kalau itu. Saya mengimbau saja,” ujarnya.

    Jonan beserta jajarannya di ESDM berharap perusahaan BUMN maupun swasta, baik nasional maupun asing, yang bergerak di sektor energi dan sumber daya mineral ke depan bisa semakin terbuka dan transparan. “Transparansi itu sangat penting sekali sehingga masalah pembayaran pajak, masalah akuntabilitas, dan sebagainya semakin baik,” katanya menegaskan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.