AS Tolak Gugatan Boeing Atas Bombardier

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat pembom Amerika Serikat Boeing RB-50G Superfortress ditembak jatuh oleh pesawat MiG 17 Armada Pasifik Uni Soviet, pada 29 Juli 1953, Pembom bermesin empat ini terbang menuju Pulau Askold, tepat di luar markas Armada Pasifik Rusia. Hanya satu awak pesawat Amerika, John Ernst Roche, yang hidup. wikipedia.org

    Pesawat pembom Amerika Serikat Boeing RB-50G Superfortress ditembak jatuh oleh pesawat MiG 17 Armada Pasifik Uni Soviet, pada 29 Juli 1953, Pembom bermesin empat ini terbang menuju Pulau Askold, tepat di luar markas Armada Pasifik Rusia. Hanya satu awak pesawat Amerika, John Ernst Roche, yang hidup. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaan pembuat pesawat asal Kanada, Bombardier Inc., memenangkan kasus sengketa perdagangan bebas dengan Amerika Serikat pada Jumat, 26 Januari 2018 dalam pertemuan NAFTA. Dilansir melalui Reuters, pengadilan Amerika Serikat secara tidak terduga menolak pengaduan Boeing Co terhadap dugaan dumping oleh Bombardier dalam kasus penjualan 75 unit jet kepada Delta.

    Keputusan tersebut memungkinkan perusahaan Kanada lainnya untuk membidik pangsa pasar AS yang menguntungkan. "Perdagangan Kanada-Amerika Serikat penting bagi kemakmuran kedua negara kita. Keputusan ini akan mendukung pekerjaan kelas menengah masing-masing negara," kata Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland dalam sebuah pernyataan.

    Sejak berada di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS kerap mengambil sikap isolatif. Mereka menginginkan perubahan besar pada perjanjian trilateral North American Free Trade Agreement (NAFTA).

    Jerry Dias, kepala serikat pekerja yang mewakili beberapa pekerja Bombardier, mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan tersebut merupakan tamparan di muka bagi pemerintahan Trump. Dengan mengambil sikap proteksionis terhadap hubungan ekonomi antarnegara yang terjalin erat adalah sikap yang "bodoh".

    Dias turut hadir dalam pertemuan yang akan membahas revisi pakta NAFTA 1994 yang dihadiri oleh tim dari Kanada, AS dan Meksiko di Montreal, Kanada. Meski demikian proses revisi saat ini baru mencapai enam dari tujuh putaran dan berjalan sangat lamban, Meksiko menyarankan agar perundingan dapat diperpanjang

    Menurut mereka akan dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mengatasi pertentangan yang dapat merusak perjanjian senilai US$ 1,2 triliun tersebut. Dias, mengatakan bahwa perundingan tersebut tidak mengalami kemajuan yang disebabkan oleh serangkaian proposal AS yang diperdebatkan.

    Berdasarkan sumber yang turut hadir dalam perundingan tersebut, para perwakilan ketiga negara berencana untuk melanjutkan perundingan di Meksiko pada akhir Februari.

    Meski proses awalnya dijadwalkan selesai pada akhir Maret untuk menghindari bentrokan dengan pemilihan presiden Meksiko pada bulan Juli, Menteri Ekonomi Ildefonso Guajardo mengatakan bahwa timeline dapat diperpanjang. "Negosiasi ini masih bisa mencapai kesepakatan antara Februari dan akhir Juli," katanya kepada Reuters.

    Wakil Menteri Ekonomi Meksiko Juan Carlos Baker menampik klaim bahwa kemajuan perundingan revisi NAFTA berjalan lamban. "Saya membantah gagasan bahwa perundingan tidak bergerak maju, atau belum berkembang, atau dengan cara apapun, bentuk atau bentuknya macet," kata Baker.

    Dia optimistis bahwa hasil dari putaran kali ini akan akan disambut baik oleh menteri dari tiga negara saat mereka bertemu pada hari Senin untuk meninjau ulang pekerjaan pekan ini.

    Tiga negara tersebut saat ini tengah menyusun rencana tambahan waktu perundingan di Meksiko yang kemungkinan akan dimulai pada 26 Februari 2018 menjelang putaran terakhir di Washington pada Maret.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?