Ini Alasan Perusahaan Minyak Terbesar Amerika Bangkrut?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Makin Tertekan

    Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Makin Tertekan

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perusahaan penyulingan minyak terbesar di Amerika Serikat Philadelphia Energy Solution (PES) berencana mengajukan kebangkrutan karena tidak mampu membayar hutang. Hal in ijuga dampak dari turunnya harga minyak dunia. 

    Menurut laporan Reuters, Philadelphia Energy Solutions akan berusaha merestrukturisasi lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,3 triliun) dari hutang yang ada dan mengharapkan untuk menyelesaikan proses rekapitalisasi pada kuartal pertama 2018.

    PES telah mendapatkan dana US$260 juta untuk pembiayaan baru. Pembiayaan senilai US$260 juta yang dijamin oleh perusahaan tersebut melibatkan US$120 juta dalam bentuk debitur dan peminjam, US$75 juta tambahan modal dari Sunoco Logistics, dan investasi ekuitas sebesar US$65 juta dari pemegang saham perusahaan, yang dipimpin oleh Carlyle bersamaan dengan manajemen pemurnian

    Sejak tahun 2012, Philadelphia Energy Solutions telah menghabiskan lebih dari US$800 juta kredit untuk mematuhi hukum, menjadikannya biaya terbesar pemurni setelah pembelian minyak mentah. Sebelumnya, perusahaan ini telah diberi insentif seperti keringanan pajak dan hibah yang menyelamatkan ribuan tenaga kerja.

    Simak: Produksi OPEC Meningkat, Harga Minyak Turun

    Perusahaan mengambil pinjaman senilai US$550 juta yang jatuh tempo pada awal tahun 2018 untuk menyelesaikan proyek-proyek modal dan membayar dividen kepada Carlyle dan Sunoco.

    Carlyle, yang menginvestasikan US$175 juta pada tahun 2012 dengan imbalan dua pertiga dari Philadelphia Energy Solutions, menarik rencananya untuk membawa publik perusahaan pada 2016 dengan perkiraan US$1,3 miliar. Pada tahun yang sama, Carlyle juga mencoba untuk tidak menjual PES.

    PES juga telah bergulat dengan serikat pekerja, yang mengancam akan menyerang musim panas lalu kecuali pemotongan untuk mendapatkan keuntungan dipulihkan. Perusahaan tersebut memperkirakan pengajuan kebangkrutan tersebut tidak berdampak langsung pada karyawannya. Juru bicara tersebut menolak berkomentar lebih jauh kepada wartawan.

    ‘Gulung tikar’ itu akan terjadi enam tahun setelah perusahaan ekuitas swasta Carlyle Group LP (CG.O) dan Energy Transfer Partners LP Sunoco Inc menyelamatkan Philadelphia Energy Solution (PES) dari tekanan keuangan.

    Philadelphia Energy Solutions memiliki dua kilang, Girard Point dan Point Breeze. Hal ini dapat mengkonversi sekitar 335.000 barel minyak mentah per hari untuk produk seperti bensin, bahan bakar jet dan diesel. Kilang ni mempekerjakan sekitar 1.100 orang. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.