Cara Kemenperin Naikan Komponen Lokal di Proyek MRT dan LRT

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Target pengoperasian MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI pada Maret 2019. ANTARA

    Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Target pengoperasian MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI pada Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri kereta api nasional terus memacu penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), seperti pada proyek pembuatan kereta ringan LRT Jabodebek yang ditargetkan bisa lebih dari 65 persen pada tahun 2019. 

    Selain menjalin kemitraan antara BUMN dengan pemangku kepentingan terkait seperti pihak swasta, industri penunjang, Airlangga ingin mendorong PT INKA melibatkan industri kecil dan menengah (IKM). Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan terhadap IKM agar bisa menghasilkan produk sesuai standar dan mampu mendukung industri perkeretaapian.

    “Upaya ini diperlukan mengingat pembinaan industri kecil menengah pada dasarnya merupakan tanggung jawab kita bersama dan seyogyanya juga menjadi komitmen kita untuk maju secara bersama,” kata dia melalui keterangan tertulis, Jumat, 19 Januari 2018.

    Simak: LRT Jabodebek Akan Diuji Coba April 2018

    Dalam rangka pembinaan IKM, Kemenperin telah memfasilitasi kerja sama dengan para pelaku IKM baja di Tegal dan Ceper, Jawa Tengah. Airlangga berharap langkah ini bisa meningkatkan kemampuan IKM menjadi bagian rantai pasok, seperti dalam proyek pengadaan LRT.

    Selain itu, Airlangga melihat proyek LRT Jabodebek, menjadi kesempatan bagi industri kereta api nasional untuk menunjukkan daya saingnya dalam penguasaan teknologi termasuk dalam hal riset dan inovasi pengembangan industri berbasis rel.

    “Ini menjadi peluang peningkatan kompetensi SDM melalui program pengembangan SMK dan vokasi yang link and match dengan industri. Langkah ini pun perlu melibatkan lembaga riset dan perguruan tinggi,” ucapnya.

    Airlangga menjelaskan bahwa Kemenperin bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT INKA) telah mendirikan Pusat Desain dan Rekayasa Industri Perkeretaapian Nasional di Kampus ITB. Tujuannya, kata dia, untuk mendukung pelaksanaan kajian-kajian pengembangan perkeretaapian, pelaksanaan program riset dan pengembangan produk, pengembangan SDM, serta menjadi inkubator bisnis dan pengujian-pengujian produk.

    Menurut Airlangga, langkah lain yang akan ditempuh untuk mendukung proyek ini adalah menerapkan kebijakan terkait penggunaan produk dalam negeri, pengembangan komponen pendukung, pengembangan desain dan engineering, serta menciptakan regulasi untuk mendukung iklim usaha yang kondusif.

    Pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis pemerintah dalam rangka untuk memberikan kemudahan dan kecepatan transportasi kepada masyarakat. Untuk pengerjaan LRT yang menghubungan Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi ini, PT INKA (Persero) sudah mendapat dukungan keuangan sebesar Rp 4,05 Triliun dari 3 sindikasi perbankan yakni dari PT BNI (Persero) Tbk, PT SMI (Persero) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.