LRT Jabodebek Akan Diuji Coba April 2018

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan light  railtransit (LRT) atau kereta ringan Cibubur-Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 29 Desember 2017. Tempo/Ali Anwar

    Proyek pembangunan light railtransit (LRT) atau kereta ringan Cibubur-Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 29 Desember 2017. Tempo/Ali Anwar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang dikerjakan PT INKA bisa diuji coba pada April 2019.

    "Kita mau pada April 2019 sudah mulai testing LRT-nya di Jakarta. Nanti operasionalnya Oktober 2019," ujar Luhut saat melakukan kunjungan kerja di PT INKA Madiun, Jawa Timur, Kamis, 18 Januari 2018.

    Baca juga: Sandiaga Uno: Proyek LRT Jakarta Butuh Investasi Rp 336 T

    Pihaknya berharap INKA mampu menyelesaikan kepercayaan nasional tersebut secara cepat, yakni dalam kurun waktu 15 bulan, terlebih penandatanganan kontrak pengadaan LRT Jabodebek dengan sejumlah pihak pendukung telah dilakukan dengan nilai mencapai Rp 3,9 triliun.

    Luhut menjelaskan, LRT Jabodebek lebih efisien dana pembuatannya dibandingkan dengan LRT Palembang, Sumatera Selatan, yang digunakan sebagai moda transportasi pendukung Asian Games 2018. Selain itu, dana yang dikeluarkan juga lebih murah dibandingkan impor.

    "Tapi, bukan soal harga yang nomor satu. Yang penting adalah produk dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja dari proyek ini," kata Luhut. 

    Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro menyatakan siap melakukan pengerjaan LRT Jabodebek dalam 15 bulan. Nantinya, pembuatannya lebih mengedepankan konten lokal.

    Konten impor hanya untuk sistem komputerisasinya. Sebab, LRT memang merupakan kereta tanpa masinis. Karenanya, butuh sistem komputerisasi yang canggih.

    "LRT ini nantinya termodern, yakni menggunakan moving block. Semuanya otomatis dan tanpa masinis. Ini untuk menekan human error," kata Budi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).