Dibuka Naik, IHSG Berbalik ke Zona Merah di Akhir Sesi I

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pialang mengamati monitor pergerakan saham di Jakarta, Senin (01/2). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah hingga 23,247 poin (0,89%) ke level 2.587,549. TEMPO/Dinul Mubarok

    Sejumlah pialang mengamati monitor pergerakan saham di Jakarta, Senin (01/2). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah hingga 23,247 poin (0,89%) ke level 2.587,549. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu, 17 Januari 2018.

    Dibuka dengan kenaikan 0,08 poin di level 6.429,77, IHSG bergerak melemah dan turun 0,03 persen atau 1,79 poin ke level 6.427,90 di akhir sesi I.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.420,06-6.437,39. Sebanyak 146 saham menguat, 173 saham melemah, dan 252 saham stagnan dari 570 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Saham Bank Mandiri (BMRI) dan Unilever Indonesia (UNVR) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.

    Baca juga: Reshuffle Kabinet, Ini Prediksi Analis Saham tentang IHSG

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor aneka industri yang melemah 0,7 persen, disusul sektor tambang yang turun 0,63 persen.

    Adapun empat sektor lainnya menguat dan menahan penurunan indeks lebih lanjut, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 1,05 persen.

    Saham ASII (-0,91 persen), HDTX (-4,07 persen), AUTO (-0,50 persen), dan SCCO (-2,12 persen) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor aneka industri pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Baca juga: Tak Terpengaruh Reshuffle Kabinet, IHSG Dibuka Menguat 6.429

    Berikut rincian 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini.

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    BMRI -1,82 persen

    UNVR -1,14 persen

    ASII -0,91 persen

    ADRO -2,28 persen

    BBNI -0,78 persen

    Berdasarkan persentase:

    FORU -22,98 persen

    ASJT -13,82 persen

    LPPS -12,72 persen

    RBMS -11,36 persen

    LPLI -8,74 persen

    Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG masih cenderung tertahan hari ini. Analis Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG secara teknis bergerak menguat seakan rebound pada support MA5 menguji upper bollinger bands dan channeling pitchfork sebagai resistance terdekat.

    Indikator stochastic kembali terkonsolidasi pada area dekat overbought dan momentum indikator RSI yang tertahan mulai menjenuh pada area overbought. "Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak tertahan dengan range pergerakan 6.370-6.455," tutur Lanjar dalam riset.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.