Pemindahan Ibu Kota, Ini 3 Provinsi yang Diusulkan ke Presiden

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 22 Desember 2017. Jelang libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terpantau macet. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 22 Desember 2017. Jelang libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terpantau macet. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah melaporkan hasil kajian tentang rencana pemindahan ibu kota negara kepada Presiden Jokowi. 

    Ketua Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, kajian tahap awal tersebut masih berfokus pada pemilihan lokasi ibu kota yang mengerucut pada tiga kandidat yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

    Baca juga: Pemindahan Ibu Kota, Ini Arahan Presiden Jokowi kepada Bappenas

    Menurut Bambang, ketiga kandidat lokasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagaimana yang dijabarkan pada kajian tersebut.

    "Indikatornya mengenai luas lahan yang tersedia, yang sudah bebas artinya tidak perlu ganti rugi. Kemudian dimensi kebencanaan seberapa tinggi risiko bencananya. Yang ketiga ketersediaan infrastruktur, ya, infra di sekitar wilayah tersebut. Meskipun kita membangun kota baru tapi akan lebih efisien kalau kota baru tersebut tidak terlalu jauh dari infrastruktur yang dibutuhkan," kata Bambang.

    Setelah menyerahkan kajian awal pemindahan ibukota, Bappenas menunggu arahan selanjutnya dari Presiden sembari melakukan kajian lebih detil.

    "Nanti itu Bapak Presiden yang memutuskan apa yang dilakukan berikutnya. Kalau kami tetap melakukan kajian mulai lebih detil termasuk bagaimana kondisi tanah, bagaimana akses untuk pembangunannya dan segala macam," ujar Bambang.

    Selain itu, ia menyebut komitmen pemerintah dan dukungan politik juga sangat penting agar rencana pemindahan ibukota dapat terealisasi lebih cepat.

    "Macam-macam, ada satu negara butuh sampai 10 tahun, ada yang 5 tahun, ada yang 2-3 tahun. Jadi, ya, tergantung bagaimana kecepatan dan komitmen dalam konteks tersebut," kata Bambang.

    Pemindahan ibu kota diperlukan mengingat Indonesia perlu menciptakan pusat perekonomian baru yang selama ini terpusat di Jakarta khususnya, dan Pulau Jawa pada umumnya.

    Salah satu daerah yang menjadi kandidat kuat pemindahan ibu kota negara yang sempat mencuat adalah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, yang juga sempat menjadi kandidat ibu kota pada era Presiden Soekarno.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.