Blok Mahakam di Tangan Indonesia, Ini Harapan Dubes Prancis

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Prancis menghormati kepemilikan penuh Indonesia atas Blok Mahakam sebagai wilayah kerja produksi gas terbesar di Tanah Air. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Jean-Charles Berthonnet, mengatakan pemerintah Indonesia telah secara sah menyelesaikan kontraknya dengan perusahaan energi Total E&P Indonesie.

    "Investasi Total di Blok Mahakam telah memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan sektor LNG di Indonesia. Saat ini, masa depan Blok Mahakam ada di tangan pemerintah Indonesia," katanya kepada Tempo, Rabu, 3 Januari 2018.

    Baca: Kembalinya Blok Mahakam ke Anak Negeri

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sempat mempersilakan PT Pertamina (Persero) melakukan kerja sama pengelolaan dengan Total jika tujuannya untuk menambah produksi. Saat ditanyai mengenai hal tersebut, Berthonnet mengakui Total E&P dan perusahaan migas pelat merah sedang menjalin komunikasi lebih lanjut terkait dengan pengelolaan produksi di Blok Mahakam.

    Berthonnet akan mengapresiasi jika Total E&P dan Pertamina menghasilkan suatu kesepakatan nantinya. Namun Berthonnet enggan berkomentar lebih lanjut serta menyerahkannya kepada Total E&P dan Pertamina selaku pihak yang menjalankan negosiasi. "Meskipun demikian, saya tidak memiliki informasi perihal negosiasi yang sedang berlangsung," ujarnya.

    Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso menjelaskan, Pertamina telah melakukan berbagai persiapan dan strategi untuk tetap menjaga produksi migas Blok Mahakam dengan memastikan keberlangsungan kegiatan pengeboran dan well intervention saat peralihan dari Total E&P Indonesie ke Pertamina pada 1 Januari 2018.

    Selain itu, Pertamina telah melakukan pengeboran 14 unit sumur dari program 15 sumur pada 2017 dengan pencapaian HSSE yang baik. Pertamina juga berhasil menekan biaya pengeboran sumur hingga lebih efisien 23 persen terhadap anggaran yang direncanakan.

    Pertamina mencatat waktu pengeboran lebih cepat hingga 25 persen, mendapatkan potensi penambangan cadangan hingga 120 persen, memperoleh penambahan ketebalan reservoir 115 persen, dan pelaksanaan mirroring contract atas persetujuan SKK Migas untuk mempercepat proses kontrak dengan pihak ketiga penunjang operasi Blok Mahakam senilai US$ 1,2 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.