Ketika Jokowi Sindir Kilah Investor dan Pejabat yang Wait And See

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberi sambutan usai menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir tahun 2017 ditutup naik 41,6 poin atau sekitar 0,66 persen ke level 6.355,65 yang merupakan level tertinggi baru sepanjang masa BEI berdiri. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Joko Widodo memberi sambutan usai menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir tahun 2017 ditutup naik 41,6 poin atau sekitar 0,66 persen ke level 6.355,65 yang merupakan level tertinggi baru sepanjang masa BEI berdiri. Tempo/Tony Hartawan

    JAKARTA- Presiden Jokowi mengingatkan investor dan pejabat pemerintah untuk tidak ragu dalam mengambil momentum atau kesempatan di balik capaian-capaian Indonesia sepanjang 2017. Sebab, berdasarkan pengalaman yang ia tahun, kebanyakan dari mereka lebih sering melakukan 'Wait and See' (Menunggu dan melihat).

    "Dulu tahun 2015 ngomongnya wait and see karena Pilkada. Di tahun 2016 ada Pilkada juga, wait and see lagi. Tahun 2017 ada pilkada, wait and see. Nanti tahun 2018 dan 2019 ada pilkada dan pilpress jangan-jangan wait and see lagi. Politik ya politik, urusan ekonomi mari digarap bersama," ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 29 Desember 2017.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah mengklaim Indonesia mendapatkan berbagai capaian bagus di tahun 2017 setelah diserbu berbagai prediksi buruk di paruh pertama 2017. Beberapa di antaranya adalah ekspor Indonesia yang naik sekitar 15-17 persen, investasi internasional naik sekitar 13-14 persen, investment grade dari Moody, serta Fitch yang memberikan rating BBB.

    BACA:Jokowi Jadi Investor untuk 5 Wirausahawan Startup Muda Bandung

    Presiden Joko Widodo berkata, apabila investor atau pejabat pemerintah di bidang ekonomi terlalu sering wait and see, ditakutkan momentum atau kesempatan yang ada keburu hilang. Apalagi, tak menutup kemungkinan kesempatan hanya datang satu kali.

    Nah, prediksi-prediksi buruk yang ada tiap tahun, Presiden Joko Widodo meminta hal itu jangan sampai jadi penghalang. Sebaliknya, walaupun sebuah momentum diikuti dengan resiko, kata Presiden Joko Widodo, momentum tersebut tetap harus diambil dan resikonya dihadapi tanpa takut.

    "Kan terlihat, angka-angkanya sudah jelas. Lembaga-lembaga rating sudah memberikan penilaian seperti itu, Ease of Doing Bussiness kita melompat naik. Pertumbuhan ekonomi juga, ya, di atas 5 persen lebih sedikit. Inflasi juga baik, di bawah 4. Terus, tabungan masyarakat kalau kita lihat di bank meningkat. Terus mau nunggu apa lagi? Saya harus ngomong apa?" ujar Presiden Joko Widodo dengan nada gemas.

    Presiden Jokowimengakui bahwa pelayanan terhadap investor juga belum sepenuhnya baik. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan untuk menyambut momentum yang ada.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.