Tarif Kereta Bandara Lebih Murah, Sopir Taksi Online Tak Khawatir

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Stasiun Sudirman Baru membantu calon penumpang yang akan membeli tiket pada alat penjual tiket otomatis (vending machine) kereta menuju Bandara Soekarno Hatta, 26 Desember 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Petugas Stasiun Sudirman Baru membantu calon penumpang yang akan membeli tiket pada alat penjual tiket otomatis (vending machine) kereta menuju Bandara Soekarno Hatta, 26 Desember 2017. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan kereta Bandar Udara Soekarno-Hatta (kereta bandara) diuji coba hari ini, Selasa, 26 Desember 2017. Kereta bandara diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memangkas waktu tempuh menuju Bandara Soekarno-Hatta menjadi sekitar 50-55 menit.

    Saat uji coba, waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru hingga Stasiun Soekarno-Hatta selama 60 menit kurang.

    Baca juga: Kereta Bandara Soekarno-Hatta Uji Coba Hari Ini, Tiket Rp 30 Ribu

    Tempo menumpang kereta bandara yang dijadwalkan berangkat pukul 10.51 dari Stasiun Sudirman Baru dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 11.48. Sebelumnya, kereta tiba di Stasiun Sudirman Baru pukul 10.48 dan berangkat tiga menit kemudian.

    Pada pukul 10.57, kereta berhenti di Stasiun Manggarai dan berangkat kembali pukul 11.08. Kereta tiba di Stasiun Batu Ceper pukul 11.27, lalu tiba di pemberhentian terakhir Stasiun Soekarno-Hatta pukul 11.51.

    Tarif kereta bandara dibanderol Rp 30 ribu selama masa uji coba pada 26 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. Adapun tarif normal Rp 70 ribu akan berlaku mulai 2 Januari 2018.

    Jika dibandingkan dengan moda transportasi darat lain, waktu tempuh dan ongkos dengan kereta bandara dianggap cukup bersaing. Salah satu pengemudi taksi online Go-Car, Saepulloh, mengatakan waktu tempuh dari sekitar Sudirman hingga bandara pada jam-jam normal biasanya berkisar 40 menit hingga satu jam.

    “Kalau dari Sudirman, kurang-lebih 40 menit, kemacetan di jalan tol Semanggi sedikit. Kira-kira 40 menit, selambat-lambatnya satu jam,” katanya kepada Tempo pada Senin, 26 Desember 2017.

    Saepulloh mengatakan tarif dari Sudirman sampai bandara biasanya berkisar Rp 90-100 ribu. Ditambah dengan biaya jalan tol dalam kota (masuk pintu jalan tol Semanggi) dan jalan tol bandara masing-masing Rp 9.500 dan Rp 7.000. Dengan demikian, kata dia, biaya yang diperlukan berkisar Rp 120-an ribu.

    “Kalau di Terminal 1, tambah parkir Rp 5.000,” ucap Saepulloh.

    Dalam kondisi macet, Saepulloh melanjutkan, biasanya waktu tempuh dari Sudirman untuk mencapai Bandara Soekarno-Hatta selama 1,5 jam. Jika ada kejadian khusus seperti kecelakaan, maka waktu tempuh bisa lebih lama.

    “Dari Sudirman, selama-lamanya satu jam setengah. Tapi, kalau ada kecelakaan, bisa lebih,” ujarnya.

    Baca juga: Presiden Jokowi Akan Resmikan Kereta Bandara 2 Januari 2018

    Keberadaan kereta bandara tak membuat sopir taksi online khawatir kehilangan penumpang. Saepulloh mengatakan kereta bandara mungkin dipilih orang-orang yang berangkat dari dan menuju sekitar Sudirman. Penumpang-penumpang lain yang jauh dari stasiun kereta bandara, menurut dia, belum tentu memilih menaiki kereta bandara tersebut.

    “Yang naik kereta bandara mungkin coba-coba karena dekat dari situ. Tapi, misalnya dari Cempaka Putih, bawaan banyak, dan banyak orang, itu enggak mungkin naik kereta,” kata pengemudi yang tinggal di kawasan Cempaka Putih ini.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.