IHSG Sesi I Bergerak Negatif, Tertekan Sektor Aneka Industri

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,17 persen atau 10,34 poin ke level 6.022,03 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu, 13 Desember 2017.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.020,11-6.045,49. Sebanyak 147 saham menguat, 157 saham melemah, dan 261 saham stagnan dari 565 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor aneka industri yang melemah 1,14 persen, disusul sektor pertanian yang melemah 0,88 persen. Adapun tiga sektor lainnya terpantau menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 0,95 persen.

    Saham ASII (-1,22 persen), AUTO (-2,67 persen), GMFI (-2,52 persen) dan SMSM (-1,52 persen) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor aneka industri pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Baca: Bergerak Fluktuatif Sepanjang Perdagangan, IHSG Ditutup Rebound

    Berikut rincian 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    HMSP -2,06 persen

    BBCA -1,18 persen

    ASII -0,91 persen

    GGRM -0,92 persen

    BBRI -0,29 persen

    Berdasarkan presentase:

    FIRE -17,65 persen

    INCF -11,85 persen

    CSIS -10,56 persen

    ATIC -9,58 persen

    NELY -9,09 persen

    Profindo Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak mixed menguat pada perdagangan hari ini. "Kami perkirakan indeks kemungkinan masih akan bergerak mixed mencoba menguat," tulis analis Dimas Pratama dalam riset.

    Ia mengatakan IHSG pada perdagangan kemarin bergerak mixed dan berakhir menguat tipis yang didorong oleh sektor tambang dan industri dasar. Asing membukukan net sell sebesar Rp 666 miliar di seluruh pasar. Secara teknikal indeks ditutup di atas middle bollinger band dengan indikator stochastic dan RSI bergerak menguat sedangkan MFI flat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.