Elpiji 3 Kg Langka di Tegal, Pertamina Tambah 1.680 Tabung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tegal - PT Pertamina (Persero) akan menambah pasokan gas ukuran 3 kilogram di Kabupaten Tegal, Pemalang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan. Penambahan gas bersubsidi ini akan dilakukan di sejumlah titik di tiga daerah tersebut selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu pekan ini, 8-9 Desember 2017.

    Manager Communication Marketing Operation Regional IV Jateng-DIY Andar Titi Lestari mengungkapkan jumlah gas 3 kg yang akan digelontorkan mencapai 20.160 tabung. Rinciannya, di Kota Pekalongan sebanyak 5.600 tabung, Kabupaten Pekalongan 9.520 tabung, Kabupaten Pemalang 3.360 tabung, dan Kabupaten Tegal 1.680 tabung. 

    Baca: Pertamina Minta Masyarakat yang Mampu Tak Gunakan Gas Elpiji 3 Kg

    "Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian," kata Andar, Sabtu, 9 Desember 2017. "Namun demikian, dukungan penuh dari masyarakat, dan pemerintah daerah sebagai pengawasan di lapangan sangatlah diperlukan, agar pendistribusian elpiji 3 kg dapat tepat sasaran."

    Pertamina sebelumnya juga telah menggelar operasi pasar di delapan titik di Kabupaten Semarang, yaitu di Kecamatan Tengaran, Kecamatan Suruh, Kecamatan Getasan, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Susukan, Kecamatan Bringin, dan Kecamatan Sumowono.

    Andar mengingatkan bahwa gas elpiji 3 kilogram alias yang bersubsidi itu hanya diperuntukkan untuk orang miskin dan usaha mikro. Bagi masyarakat yang mampu, diminta beralih ke gas nonsubsidi. "Ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji," ucapnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Tegal kesulitan mendapatkan gas melon. Kondisi tersebut sudah berlangsung satu bulan. Sejumlah pengecer dan pangkalan menduga ada pengurangan jatah gas dari Pertamina. "Biasanya sehari 150 tabung sekarang 60 tabung," kata Mukidin, 60 tahun, pemilik pangkalan gas di Kecamatan Talang.

    Namun, Andar membantah ada pengurangan pasokan. Pada November lalu, pasokan di Kabupaten Tegal termasuk meningkat 3,5 persen atau menjadi 1.136.000 tabung. "Sebetulnya Pertamina tidak ada pengurangan stok. Bahkan kenyataannya kami tambah. Yang perlu disadari oleh masyarakat semua adalah peruntukan elpiji bersubsidi ini untuk siapa?" kata Andar.

    Andar berharap masyarakat tetap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa. Karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan riil penggunaan elpiji 3 kg. Apabila terjadi kekurangan, Pertamina akan mensuplai elpiji 3 kg. "Tentu sesuai kebutuhan di wilayah tersebut."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.