Jumlah Turis Turun, BPS: Dampak Gunung Agung Tidak Panjang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Suharyono saat merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 di kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, 6 November 2017. BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 sebesar 5,06 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari kuartal pertama dan kedua 2017 sebesar 5,01 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Kepala Badan Pusat Statistik Suharyono saat merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 di kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, 6 November 2017. BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 sebesar 5,06 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari kuartal pertama dan kedua 2017 sebesar 5,01 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Oktober 2017 karena dampak Gunung Agung meletus. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan 4,54 persen itu salah satunya disebabkan meletusnya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

    Suhariyanto mengatakan terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang tiba di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dari 550,2 ribu pengunjung pada September menjadi 462,3 ribu pada bulan ini.

    “Penurunan sebesar 4,54 persen ini salah satunya karena meletusnya Gunung Agung. Wisatawan mancanegara yang mendarat di (Bandara) Ngurah Rai turun sampai 15,59 persen,” katanya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 4 Desember 2017.

    Simak: Fase Kritis Gunung Agung, Begini Tanda-tandanya

    Selain Bandara Ngurah Rai, pintu masuk utama lain yang mengalami penurunan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara adalah Bandara Soekarno-Hatta dan Batam. BPS mencatat jumlah pengunjung mancanegara yang tiba di kedua bandara tersebut masing-masing turun 1,70 persen dan 4,89 persen.

    Suhariyanto memaparkan, jumlah wisatawan pada Oktober 2017 sebanyak 1,16 juta kunjungan. Sebanyak 964,9 ribu wisatawan mancanegara tiba di Indonesia melalui pintu utama, sementara melalui luar pintu utama 193,7 ribu.

    Adapun jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia paling banyak masih dari Cina (14,47 persen), diikuti Singapura (9,82 persen), Malaysia (9,78 persen), Australia (8,73 persen), dan Jepang (3,70 persen).

    Suhariyanto mengatakan angka 1,16 juta kunjungan itu mengalami peningkatan dari Oktober 2016, yang berjumlah 1,04 juta pengunjung (year-on-year). Namun jumlah tersebut turun jika dibandingkan September 2017, yang mencapai 1,21 juta pengunjung.

    Month-to-month jumlah wisatawan turun, tapi year-on-year masih mengalami peningkatan 11,33 persen,” kata ujarnya.

    Secara kumulatif dari Januari hingga Oktober 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 11,62 juta kunjungan atau naik 23,55 persen dibanding tahun yang sama periode sebelumnya, yang berjumlah 9,40 juta kunjungan.

    Terkait dengan target 15 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun ini, Suhariyanto mengatakan belum dapat memprediksi ketercapaiannya sekarang. Dia pun mengingatkan hal yang tak kalah penting ketimbang jumlah wisatawan mancanegara yang banyak, yakni multilayer effect yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

    “Kalau dampak Gunung Agung tidak panjang, (Bandara) Ngurah Rai akan kembali lagi. Dan bukan cuma 15 jutanya, tapi bagaimana bisa mendatangkan multilayer effect,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?