Luhut: Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Nomor Wahid 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla, didampingi Menko Maritim Luhut Pandjaitan, menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kanan), Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf), Walikota Sabang Nazarudding , menabuh rebana saat pembukaan Sail Sabang, di Pelabuhan Sabang, Aceh, 2 Desember 2017. ANTARA FOTO

    Wapres Jusuf Kalla, didampingi Menko Maritim Luhut Pandjaitan, menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kanan), Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf), Walikota Sabang Nazarudding , menabuh rebana saat pembukaan Sail Sabang, di Pelabuhan Sabang, Aceh, 2 Desember 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sabang - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

    Optimisme Luhut itu muncul, sebab menurut data Badan Pusat Statistik pada 2017, sektor pariwisata telah menjadi penyumbang devisa nomor dua. Padahal sektor ini masih berada di peringkat keempat pada 2015.

    Baca: Pariwisata Bali Paling Terdampak Letusan Gunung Agung

    “Diprediksi sektor ini akan menjadi penghasil devisa nomor wahid pada 2019 dengan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang,” kata dia dalam acara penutupan acara Sail Sabang 2017, di Sabang, Sabtu, 2 Desember 2017.

    Untuk mencapai target itu, Luhut mengatakan pemerintah perlu mengembangkan dan memperkenalkan pariwisata Indonesia melalui program Wonderful Indonesia. Dia juga mengatakan pemerintah perlu membuat acara nasional seperti Sail Sabang ini fokus untuk tujuan pariwisata.

    Luhut menyebutkan sebelumnya juga pernah dihelat acara serupa, seperti Sail Bunaken di Manado pada 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Teluk Tomini 2015 dan Sail Selat Karimata 2016.

    Namun, Luhut mengatakan tujuan kedelapan acara tersebut tidak fokus mengembangkan pariwisata, melainkan mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, sehingga pemilihan lokasi acara puncak sail, difokuskan ke daerah wisata yang sudah memiliki infrastruktur yang relatif cukup baik.

    Sementara, Luhut mengatakan Sail Sabang memiliki tujuan berbeda. Sail Sabang, kata dia, bertujuan pada pengembangan pariwisata untuk mencapai target pariwisata sebagai penyumbang deviasa nomor satu. “Acara sail kesembilan ini memiliki tujuan utama yang berbeda dari sail sebelumnya, yakni lebih fokus pada pengembangan destinasi wisata,” kata Luhut.

    Selain itu, dalam acara yang sama, Luhut mengatakan Sail Sabang mempunyai jumlah peserta terbanyak dibanding acara pariwisata serupa. Dia memperkirakan ada sekitar 20 ribu peserta yang datang selama Sail Sabang berlangsung. Dia juga menyebutkan ada sekitar 30 kapal yang ikut meramaikan. “Jumlah pengunjung terbesar dan jumlah agenda terbanyak,” kata dia.

    AJI NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.