Gandeng BUMN Karya, Pelindo IV Bangun Properti di 21 Pelabuhan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal kontainer bersandar di pelabuhan PT. Pelindo IV cabang Bitung yang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) , Sulawesi Utara, Jumat (6/7).  ANTARA/Fiqman Sunandar

    Sejumlah kapal kontainer bersandar di pelabuhan PT. Pelindo IV cabang Bitung yang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) , Sulawesi Utara, Jumat (6/7). ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelindo IV bekerja sama dengan sejumlah BUMN karya bakal mengoptimalkan aset lahan yang tadinya tidak digunakan untuk pengembangan properti.

    Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV, Farid Padang, mengungkapkan ada 21 pelabuhan milik perseroan yang memiliki lokasi strategis, berada di dekat laut, berhadapan langsung dengan laut dan dekat pelabuhan yang potensial dimanfaatkan.

    Baca: Pelindo IV Kembangkan Pelabuhan Halal di Ambon

    “Lahan milik Pelindo IV yang pemanfaatannya belum optimal akan dimanfaatkan untuk properti. Maka itu, kami bekerjasama dengan sejumlah BUMN karya, di antaranya Adhi Karya, Wijaya Karya (Wika), dan Hutama Karya. Sebenarnya kami tawarkan juga PT PP, kami tawarkan juga beberapa, siapa yang punya anak usaha properti kami kerjasamakan,” ujarnya pada Rabu, 15 November 2017.

    Farid mengungkapkan dari sekitar 15 hektare lahan yang tersedia dari Pelindo IV, targetnya akan dibangun area properti seluas lebih dari 10 hektare. "Perhitungan kita kalau pembangunan rata-rata pembangunan hotel bisa Rp 20 miliar ke atas. Lahan sudah punya kita. Tinggal penyertaan itu yang kita hitung," tuturnya.

    Pelindo IV menargetkan setidaknya pada 2018 pembangunannya sudah dapat dilakukan. Rencananya akhir tahun sudah PKS (perjanjian kerjasama) dengan 3 BUMN karya yang telah bersepakat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.