Venezuela Krisis, Ini Pesan Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani Indrawati dan Retno Marsudi saat menghadiri Reuni Akbar SMA 3 Semarang, 28-29 Oktober 2017. (Alste Indonesia)

    Sri Mulyani Indrawati dan Retno Marsudi saat menghadiri Reuni Akbar SMA 3 Semarang, 28-29 Oktober 2017. (Alste Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan krisis di Venezuela tidak akan berdampak langsung. Selain karena kondisi geografis yang jauh, Indonesia tak memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat. 

    Sri Mulyani menuturkan Venezuela memiliki hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Amerika Latin. "Dia sangat generous memberikan minyak murah kepada negara tetangganya seperti Nicaragua," kata dia di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu, 15 November 2017. 

    Simak: Sri Mulyani: Defisit Anggaran dan Utang Masih Aman

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia ke Venezuela menempati posisi ke-135 dari 231 negara tujuan ekspor Indonesia. Pada Oktober, nilai ekspor ke Venezuela sebesar US$ 1,09 juta, atau naik dari US$ 386,09 ribu dari bulan sebelumnya. Ekspor Indonesia pada Januari hingga Oktober 2017 mencapai US$ 138,46 miliar atau naik 17,49 persen dibandingkan periode sama di 2016.

    Venezuela tengah dilanda krisis keuangan akibat terlilit utang. Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings baru saja menyatakan negara tersebut gagal membayar utangnya setelah diberikan masa tenggang pembayaran selama 30 hari hingga Oktober 2017. 

    Harvard Law Roundtable menyatakan utang Venezuela mencapai US$ 196 miliar. Sekitar US$ 60 miliar diantaranya merupakan utang negara dan perusahaan minyak milik negara, PDVSA, kepada pemegang obligasi. Venezuela juga tercatat berutang kepada China, Rusia, hingga maskapai penerbangan Amerika. 

    Venezuela tidak memiliki dana besar kecuali dari hasil penjualan minyak ke luar negeri. Cadangan devisa pun hanya tersisa US$ 9,6 miliar.

    Gagal bayar ini berpotensi menyebabkan bencana kemanusiaan. Pasalnya pasokan makanan hingga obat-obatan semakin berkurang. Fernando Freijedo, analis di biro riset Economist Intelligence Unit, menyatakan krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini sudah sangat parah. "Sulit untuk membayangkan apa yang dapat terjadi berikutnya," ujarnya seperti dilansir CNN Money.

    Meski tak ada dampak langsung, Sri Mulyani menuturkan pemerintah tetap harus waspada. Pasalnya Venezuela merupakan penghasil minyak keempat terbesar di dunia. "Kalau Venezuela ingin meningkatkan produksi minyaknya lebih besar, harga minyak dunia akan tertahan lagi," kata dia. 

     

    VINDRY FLORENTIN | CNN Money


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.