Selasa, 26 Juni 2018

Jokowi Berharap ASEAN-Korea Free Trade Area Lebih Dioptimalkan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (keempat kiri depan) berfoto bersama pemimpin negara APEC di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017). ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (keempat kiri depan) berfoto bersama pemimpin negara APEC di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-19 ASEAN, Presiden Joko Widodo  berharap agar ASEAN-Korea Free Trade Area atau AKFTA lebih dioptimalkan.

    “Kita juga perlu dorong agar perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership dapat segera diselesaikan,” kata  Jokowi dalam KTT Ke-19 ASEAN-Korea Selatan di Filipina, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Senin, 13 November 2017.

    Baca: Jokowi Hadiri KTT APEC di Vietnam dan KTT ASEAN di Filipina

    Jokowi menekankan bahwa ASEAN-Korea Selatan harus mampu menjaga sentimen keterbukaan ekonomi yang saling menguntungkan. KTT ASEAN-Korea Selatan itu dihadiri oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, dan para pemimpin negara-negara anggota ASEAN.

    Dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi juga menyampaikan penghargaan atas upaya yang  dilakukan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-In karena terus mengupayakan penyelesaian damai melalui jalur dialog dalam menjaga keamanan di Semenanjung Korea.

    Simak: Visi Komunitas ASEAN Diluncurkan Hari Ini

    Ia juga mengatakan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Semenanjung Korea. “Indonesia siap berkontribusi dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan di Semenanjung Korea,” kata Presiden Jokowi.

    Jokowi 
    mengatakan bahwa semua negara anggota ASEAN sangat mengkhawatirkan situasi di Semenanjung Korea. Sikap tegas pun telah disuarakan oleh ASEAN atas perkembangan di Semenanjung Korea menyusul digelarnya beberapa kali uji coba rudal balistik oleh Korea Utara.

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.