Minggu, 18 Februari 2018

Pembayaran Mobile Jadi Gaya Hidup Baru

Oleh:

Tempo.co

Jumat, 6 Oktober 2017 00:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembayaran Mobile Jadi Gaya Hidup Baru

    Pembayaran Mobile Jadi Gaya Hidup Baru

    INFO BISNIS - Pengguna layanan jasa tol harus membiasakan diri bertransaksi nontunai. Sebab, di setiap gerbang tol, saat ini hanya menerima pembayaran via kartu yang dikeluarkan beberapa bank. Mau tidak mau hal ini akan membawa gaya hidup baru bagi masyarakat. Tidak perlu banyak menenteng duit tunai karena kartu pembayaran tol bisa dipakai untuk berbelanja di berbagai super market. Bahkan isi uang juga dapat disuntikkan ke ponsel sehingga membayar pun bisa lebih mobile.

    Penelitian dari sebuah perusahaan riset Amerika Serika, Allied Market Research, tentang mobile payment ini menarik. Industri ini diperkirakan nilainya akan melambung menjadi US$ 3,39 biliun pada 2022. Menariknya pasar ini dipicu perkembangan di Asia Pasifik. Perusahaan ini memperkirakan sektor mobile payment akan tumbuh tahunan (CAGR) 33,4 persen dari 2016 ke 2002. Pertumbuhan ini dipimpin sistem berbasis pesan pendek atau (SMS) dan WAP, meski sudah banyak terminal NFC PoS (point of sale) serta kampanye besar-besaran tentang hal ini. Analisis yang digunakan dalam riset ini adalah teknologi yang digunakan dalam transaksi, aplikasi, dan geografi. Pasar tersegmentasi berdasarkan SMS, WAP, juga NFC. Tipe pembayaran mobile adalah mobile wallet atau bank card dan mobile money.

    Sejumlah aplikasi penggunaan mobile payment, termasuk hiburan, energi, kesehatan, retail, transportasi, dan lain-lainnya. Sedangkan, dari sisi geografis, yang diteliti adalah Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada, juga Meksiko), Eropa (Inggris, Jerman, Swiss, dan negara Eropa lain), Asia-Pasifik (India, Cina, Jepang, dan negara Aspac lain) dan LAMEA (Latin America, Middle East, serta Afrika).

    Model mobile payment yang lebih cost effective datang dari pabrikan smartphone. Apple mengenalkan Apple Pay dan Samsung merilis Samsung Pay. Apple Pay melayani sekitar 2 juta toko retail dan baru tersedia di Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada. Sedangkan sebaliknya di India dan Tiongkok service provider menyediakan pembayaran nontunai. Seperti Uber di India berkolaborasi dengan payment wallet Paytm untuk pemakaian mobile wallet. Atau, kalau kita menilik Indonesia, ada Go Pay yang menjadi mobile wallet bagi pengguna layanan Go-Jek.

    Jadi tak usah heran bila kini karyawan di generasi milenial begitu bergantung pada smartphone. Selain sudah disediakan paket data operator, termasuk Indosat Ooredoo dengan biaya terjangkau, generasi ini sangat terbiasa bertransaksi dengan mobile wallet. Cukup isi saldo di Go-Jek, contohnya. Cukup lewat mobile banking atau internet banking, saldo terisi. Belanja barang atau memilih menu makan siang pun bisa semudah membalik telapak tangan.(*)


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.