Jumat, 22 September 2017

Dirut Pertamina Klarifikasi Isu Kerugian Rp 12 Triliun  

Kamis, 07 September 2017 | 11:47 WIB
Pekerja tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada Terminal Pengisian BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2016. Pertamina mengalami kenaikan pemakaian sebesar 15% dari rata-rata normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL. Tempo/Tony Hartawan

Pekerja tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada Terminal Pengisian BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2016. Pertamina mengalami kenaikan pemakaian sebesar 15% dari rata-rata normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL. Tempo/Tony Hartawan.

TEMPO.COJakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengklarifikasi dugaan kerugian yang dialami lembaganya akibat menjual bahan bakar minyak (BBM) penugasan pemerintah. Kementerian BUMN sebelumnya menyatakan Pertamina rugi Rp 12 triliun akibat menjalankan penugasan premium dan solar, termasuk BBM satu harga. 

Elia mengatakan Pertamina tidak merugi hingga Rp 12 triliun. Namun perusahaan berpotensi kehilangan tambahan pendapatan jika harga solar dan premium dijual sesuai dengan formula yang ditetapkan pemerintah. 

Pertamina memiliki formula sendiri untuk menghitung harga jual BBM. "Kalau formula itu disesuaikan dengan harga crude (minyak mentah), kami seharusnya dapat tambahan Rp 12 triliun," katanya di DPR, Jakarta, Rabu malam, 6 September 2017. 

Elia mengatakan formula pemerintah dihitung berdasarkan harga minyak mentah saat masih di level US$ 40 per barel. Sedangkan harga crude saat ini berada di kisaran US$ 50 per barel dan pemerintah belum menetapkan kenaikan harga baik solar serta premium tahun ini. 

Selisih Rp 12 triliun itu, menurut Elia, tidak mengganggu keuangan perseroan. "Perusahaan tak akan bermasalah karena bertugas memberikan subsidi kepada masyarakat. Pertamina kan punya pemerintah juga," katanya. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mengatakan belum menerima laporan mengenai dugaan kerugian Pertamina itu. Namun dia memastikan program BBM satu harga akan terus berlanjut. "Harus lanjut dong," katanya. 

Ego berencana bertolak ke Seram bulan depan untuk meresmikan program tersebut di Maluku bagian selatan. 

VINDRY FLORENTIN

 

 


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.