Inggris Memulai Perundingan Putaran Pertama Brexit

Senin, 17 Juli 2017 | 08:38 WIB
Inggris Memulai Perundingan Putaran Pertama Brexit
Meme respon netizen atas refendum BREXIT Inggris. Berdasarkan suara refendum, lebih banyak rakyat yang menginginkan Inggris keluar dari Eropa. Twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Brexit David Davis memulai putaran pertama perundingan keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada hari Senin 17 Juli 2017.

Baca: Pasca Brexit, Industri Otomotif Inggris Akan ...

Davis direncanakan bertemu negosiator Brexit dari Uni, Eropa Michel Barnier, dalam perundingan yang berlangsung selama empat hari di Brussels.

Seperti dilansir Reuters, sebulan setelah pertemuan pertama di mana kedua belah pihak bertukar perjanjian, Barner akan menekan Davis untuk menyetujui agar Inggris melakukan seluruh komitmen keuangan dan menawarkan lebih banyak detail mengenai proposal Inggris lainnya.

Dengan batas waktu hingga 30 Maret 2019 untuk menyelesaikan persyaratan sebelum Inggris keluar dari UE, 27 pemimpin nasional Uni Eropa lainnya menginginkan Perdana Menteri Inggris Theresa May agar Inggris keluar dengan rencana terperinci yang dapat meminimalkan gangguan ekonomi dan sosial di seluruh Eropa.

Davis dan Barnier akan bertemu di Market Komisi Eropa di Berlaymont pada pukul 9.15 waktu setempat (14.15 WIB) sebelum sesi pembicaraan penuh pertama. Masing-masing negosiator kemudian akan membahas empat bidang utama prioritas sebelum konferensi pers yang direncanakan pada hari Kamis sore.

Kelompok kerja masing-masing delegasi akan fokus pada tiga bidang, antara lain: hak lebih dari 4 juta warga yang tinggal sebagai ekspatriat, tuntutan Uni Eropa agar Inggris membayar sekitar 60 miliar euro (USD 70 miliar) sebagai komitmen anggaran Uni Eropa yang sedang berlangsung.

Baca: Brexit, Muncul Petisi Larang Pizza dan Kari di Inggris

Sementara itu, perundingan keempat yang akan dilakukan oleh Davis dan Deputi Barnier, Oliver Robbins dan Sabine Weyand, akan fokus untuk membatasi masalah di Irlandia Utara begitu perbatasan negara Uni Eropa yang baru memisahkan provinsi Inggris dari Irlandia. Beberapa di antaranya harus menunggu kejelasan hubungan dagang di masa depan.

BISNIS.COM

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan