PLN Teken Pembangunan Transmisi Pantai Utara Jawa  

Jum'at, 17 Maret 2017 | 21:01 WIB
PLN Teken Pembangunan Transmisi Pantai Utara Jawa  
REUTERS/Phil Noble

TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) menandatangani kontrak pengadaan pembangunan transmisi 500 kilo volt (KV) jalur utara Jawa. Jaringan utamanya bakal menyangga produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah, dan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Jawa 1, Jawa Barat, sebesar 1.760 MW.

"Ini bagian dari pembangunan 46 ribu kilometer sirkuit jaringan transmisi yang ditandatangani. Dalam bulan ini juga ada penandatanganan kontrak lagi," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir di kantornya, kemarin.

Baca: PLN Timika Siap Bangun 21 Pembangkit Listrik

Jaringan yang disepakati membentang dari Batang, Jawa Tengah, hingga Cibatu Baru, Jawa Barat. Proyek mencakup pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Ungaran-Pedan-Batang sebesar 500 KV senilai Rp 436,2 miliar yang dikerjakan PT Karya Mitra Nugraha, SUTET 500 KV Batang-Mandirancan seksi 1 dan 2 oleh PT Kembar Abadi Prima senilai Rp 800 miliar.

Kontrak transmisi lainnya adalah pembangunan gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) 500 KV Batang Extension dan pembangunan Gardu Induk 150 KV Batang New oleh PT Citramasjaya Teknik Mandiri. Kontrak bernilai Rp 417 miliar.

Adapun pembangunan transmisi di Jawa Barat adalah GITET 500 KV PLTU Indramayu oleh PT Multifabrindo Gemilang-PT Twink Indonesia senilai Rp 340 miliar, serta pembangunan GITET 500 KV Deltamas Extension di Cibatu Baru oleh PT Perfect Circle Engineering sebesar Rp 117,6 miliar.

Simak: Lelang Tiga Pembangkit PLN Tidak Laku Tahun lalu

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang menargetkan pembangunan transmisi ini bisa rampung pada Januari 2019 mendatang. Bulan ini PLN juga berencana meneken akad pengadaan transmisi Cirebon-Cibatu.

Nasri optimistis pembangunan PLTU Batang bisa rampung bersamaan dengan selesainya konstruksi jaringan transmisi. Sementara PLTGU Jawa 1 baru bisa beroperasi pada 2020, molor setahun dari jadwal sebelumnya yaitu 2019. Nasri mengklaim molornya target operasi tidak bermasalah lantaran GITET Cibatu Baru turut menyangga pembangkit lainnya di Jawa Barat seperti PLTU Indramayu dan PLTU Cirebon.

"Nanti jaringan dari pembangkit (Jawa 1) ke gardu induk itu IPP (independent power producer) yang buat, bukan tanggung jawab kami. Panjangnya 30 km," katanya.

ROBBY IRFANY


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan