Kamis, 17 Agustus 2017

Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Jalan Perbatasan  

Kamis, 12 Januari 2017 | 00:00 WIB
Jalan rusak parah di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia, Desember 2016. dok.Humas Pemprov Kaltara

Jalan rusak parah di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia, Desember 2016. dok.Humas Pemprov Kaltara.

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja keras membangun jalan perbatasan di kawasan timur Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadie Moerwanto menuturkan, untuk pembangunan jalan perbatasan di wilayah Papua, yang belum dapat ditembus sepanjang 228 kilometer.

"Target kami pada 2019 semua jalur perbatasan akan selesai dibangun," ujarnya kepada Bisnis, Rabu, 11 Januari 2017.

Saat ini, jalan perbatasan yang sudah dibangun, di antaranya Jayapura-Ubrug sepanjang 180 kilometer dan Waroko-Merauke sepanjang 548 kilometer.

"Tahun ini, untuk jalan perbatasan akan kami tembuskan yang belum. Tentu tantangannya medan yang berat di Papua," tuturnya.

Untuk jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste, juga akan diselesaikan pembangunannya sepanjang 176,19 kilometer dengan 27 jembatan yang dikenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur, di kabupaten Bellu.

Sementara di sebelah barat, pembangunan jalan Sabuk Merah Sektor Barat di daerah Timor Tengah Utara (TTU) sepanjang 30,88 kilometer.

"Semoga pada 2018 dapat mulai dibangun," kata Arie.

BISNIS.COM


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?