Rini Soewandi Bahas Impor Mobil dan Pakaian Bekas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menperindag Rini MS Suwandi menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan tindakan apapun terhadap mobil-mobil bekas impor banyak yang parkir di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Sebab, Sabang adalah kawasan perdagangan bebas (free trade) dan bukan wilayah kepabeanan Indonesia. Namun bila mobil-mobil bekas tersebut masuk ke kawasan NAD, maka harus digunakan sistem hukum yang berlaku di Indonesia, ujar Rini dalam rapat dengan Muspida Sumut di Tiara Convention Medan, Selasa (14/1) malam. Rapat tersebut dihadiri Kapolda Sumut Irjend I Dewa Astika, Gubsu T Rizal Nurdin, Kajati Sumut Chairuddin Harahap, Ketua DPRD Sumut H Ahmad Azhari, Ketua Kadin Sumut Yopi S Batubara, Kapoltabes Medan Kombes Pol Badrodin Haiti dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rini juga menjelaskan bahwa ia telah menolak permintaan unsur Muspida NAD agar mobil-mobil bekas yang masuk lewat Sabang tersebut juga diperbolehkan beredar di kawasan NAD lainnya. Sebab, NAD adalah kawasan yang baru saja keluar dari konflik. Sehingga unsur Muspida NAD menilai bahwa mereka berhak mendapat dispensasi atas hal ini. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Rini. Sebab, kata Rini dalam rapat tersebut, bila ia memberikan dispensasi terhadap Propinsi NAD dalam hal impor mobil-mobil bekas, maka propinsi lain juga akan menuntut. Saya tak bisa memberikan izin itu. Sebab, bila saya mengizinkan hal itu, maka saya menganak-kandungkan NAD, dan menganak-tirikan propinsi lain. Jadi kalau tidak ada izin, mobil bekas impor tersebut tidak bisa masuk kawasan NAD lainnya, tegas Rini. Pakaian Bekas Sementara itu, Rini menyatakan impor pakaian bekas telah menyebabkan sekitar 600 ribu tenaga kerja di industri tekstil dan garmen terancam kehilangan mata pencaharian. Padahal, industri tekstil dan garmen di Indonesia telah mampu memproduksi pakaian dengan harga yang lebih murah dari harga pakaian bekas impor tersebut. Rini juga menyebutsoal sanitasi dan hieginis sebagai dasar pertimbangan larangan tersebut. Kenapa kita tidak memberi dukungan terhadap produk dalam negeri? Kenapa kita malah menguntungkan negara asing, jelasnya. Untuk itu, ia meminta kepada kepolisian dan pemerintah setempat agar segera mengamankan bisnis impor pakaian bekas tersebut. Apalagi, tambahnya, impor pakaian bekas tersebut bersumber dari pulau Sumatera dan distribusinya telah menyebar ke luar pulau. Masalah pakaian bekas di Medan, membuat pedagangnya di Tanjung Balai Asahan, Medan, Belawan dan sekitarnya mengeluh dan akan melakukan aksi demo atas keputusan Deperindag itu. Pagi ini, Memperindag melakukan kunjungan ke pasar-pasar tradisionil di Medan untuk mengecek dan meninjau langsung kondisi harga pasca kenaikan BBM. Bambang Soed --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.