Bertemu Wakil Presiden, Perusahaan Katering Tawarkan Kerja Sama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat tentang evaluasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dalam arahannya, Presiden menyinggung tentang sejumlah BUMN besar yang belum menjalankan dengan benar kebijakan pemerintah terkait TKDN. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat tentang evaluasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dalam arahannya, Presiden menyinggung tentang sejumlah BUMN besar yang belum menjalankan dengan benar kebijakan pemerintah terkait TKDN. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, JakartaIntegrated Service Solution (ISS), perusahaan layanan katering, keamanan, dan kebersihannya, menjajaki kerja sama pelatihan vokasi dengan pemerintah Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Chief Executive Officer ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan menjelaskan kerja sama yang ditawarkan, yaitu di bidang pendidikan.

    "Seperti pusat latihan. Kami mendiskusikan bagaimana kami juga bisa menularkan metodologi dan training yang kami gunakan di ISS," ujar Elisa usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jumat, 4 Agustus 2017
     
    Menurut Elisa, kerja sama itu dijajaki karena ISS sudah memiliki standar khusus dan tersertifikasi untuk pelatihan vokasi bagi pekerja. Pemerintah Indonesia berharap standar ini bisa diterapkan kepada calon pekerja di Indonesia.

    Baca: Jokowi Hadiri Peluncuran Program Vokasi Industri

    Keinginan pemerintah Indonesia, Elisa melanjutkan, adalah calon-calon pekerja di Indonesia sudah siap terjun ke industri atau dunia kerja ketika dibutuhkan. Karena itu, calon pekerja mesti menjalani proses pelatihan dengan metodologi yang berstandar baik.

    "Inti yang dibicarakan adalah bagaimana kami membawa standar pelatihan lokal tapi memiliki kualitas berstandar global," ujar Elisa yang mengklaim semua pekerjanya sudah tersertifikasi, baik di bidang kebersihan hingga keamanan.
     
    Secara terpisah, CEO ISS Group (International), Jeff Gravenhorst, menambahkan  kualitas yang akan diajarkan manajemen sudah teruji di berbagai negara. Sebab, ISS selalu membagikan ilmu atau standar yang didapat di suatu negara ke negara lain.
     
    "Kami punya lembaga internasional yang terus memantau standar ISS di berbagai negara. Jadi, apa yang kami pelajari di Indonesia, bisa disampaikan ke ISS Singapura, ke ISS Stockholm, atau sebaliknya dari pusat kami di Denmark ke Indonesia. Kuncinya adalah kolaborasi" ujar Gravenhorst.
     
    Sebagai catatan, ISS yang beroperasional di Indonesia sejak 1996 sudah memiliki 60 ribu pekerja yang menjalani pelatihan vokasi di Indonesia. Dan, rata-rata, ada 2000 hingga 2500 orang per hari yang ingin bergabung ke ISS Indonesia. Adapun perputara uang di ISS mencapai Rp1 triliun per tahun.
     
    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.