Jumlah Pemudik dengan Pesawat Naik Hingga 11,57 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik di Bandar Udara Radin Inten II (Branti), Sabtu, khususnya yang akan meninggalkan Lampung terus mengalami peningkatan sejak sehari setelah Lebaran (H+1) hingga Jumat (H+4), dengan total pemudik sebanyak 8.823 orang, sehingga pihak bandara menambah jadwal penerbangan sejumlah maskapai menjadi 18 kali. ANTARA/Taufik Hidayat

    Pemudik di Bandar Udara Radin Inten II (Branti), Sabtu, khususnya yang akan meninggalkan Lampung terus mengalami peningkatan sejak sehari setelah Lebaran (H+1) hingga Jumat (H+4), dengan total pemudik sebanyak 8.823 orang, sehingga pihak bandara menambah jadwal penerbangan sejumlah maskapai menjadi 18 kali. ANTARA/Taufik Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan udara pada hari kedua Lebaran naik melampaui perkiraan. “Selama ini, kenaikan jumlah pemudik dengan angkutan udara diprediksi mencapai 9,8 persen, tapi ternyata dari total periode H-10 hingga H2 kemarin meningkat sekitar 11,6 persen,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo dalam pesan tertulis, Rabu, 28 Juni 2017.

    Sugihardjo menduga kenaikan tersebut disebabkan dua hal, di antaranya kenaikan daya beli masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Selain itu, kenaikan disebabkan penambahan pesawat dan extra flight oleh maskapai penerbangan.

    Kenaikan frekuensi atau persentase disebabkan adanya penambahan pesawat serta peningkatan frekuensi dengan meminta extra flight. “Penambahan frekuensi terjadi karena ada penambahan kapasitas bandar udara, baik kapasitas bandara yang dibangun maupun jam operasi,” ucapnya.

    Selain itu, Kementerian Perhubungan sudah mengantisipasi beberapa hal terkait dengan arus balik untuk moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api demi menciptakan angkutan Lebaran yang aman, nyaman, dan selamat. “Kalau dari sisi kapasitas, seperti udara dengan extra flight dan perpanjangan jam operasi bandara mampu mengatasi arus puncak balik, demikian pula di angkutan laut. Pola-pola kepadatan itu kan rute tradisionalnya sudah kita petakan dan sudah diantisipasi,” tuturnya.

    Untuk kapal laut, Sugihardjo mengatakan pihaknya memberi perhatian khusus pada moda transportasi ini. Dia menegaskan kapal laut tidak boleh melampaui batas toleransi dispensasi, yakni dihitung masing-masing kapal. “Jadi setiap kapal oleh Direktorat Perkapalan Ditjen Perhubungan Laut sudah diberikan daftar atau dispensasinya berapa dan itu tidak boleh dilampaui syahbandar,” katanya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?