Banjir Sentimen dari Dalam Negeri, IHSG Ditutup Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat sebesar 18,27 poin pada penutupan perdagangan Senin, 19 Juni 2017. Penguatan indeks ditopang oleh sentimen dari dalam negeri yang positif.

    IHSG ditutup naik 18,27 poin atau 0,31 persen menjadi 5.741,90 poin. Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,19 poin (0,33 persen) menjadi 963,86 poin.

    Analis dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan fundamental ekonomi nasional yang positif masih menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan IHSG. “Ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR). Kebijakan itu dinilai tidak banyak mempengaruhi kondisi ekonomi dan pasar keuangan domestik sehingga IHSG bergerak di area positif,” katanya, Senin, 19 Juni 2017.

    Baca:
    Rawan Profit Taking, IHSG Terkoreksi Pagi Ini
    Diprediksi Melemah, IHSG Justru Menguat 9,14 Poin

    Reza menyatakan pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan pemerintah ke-15. Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi itu dalam rangka mengembangkan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional.

    Analis Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya, menuturkan bahwa kondisi perekonomian yang masih terkendali dan stabil membuka pola pergerakan IHSG untuk menguat lebih tinggi.

    ”Fondasi perekonomian Indonesia cukup bagus sehingga akan dapat terus menarik minat investor berinvestasi ke pasar modal Indonesia,” ucapnya.

    Adapun tercatat frekuensi perdagangan pada hari ini sebanyak 221.363 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,218 miliar lembar saham senilai Rp 4,950 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 196 saham menurun, dan 107 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

    Bursa regional seperti indeks bursa Nikkei naik 124,49 poin (0,62 persen) ke 20.067,75, indeks Hang Seng menguat 298,06 poin (1,16 persen) ke 25.924,55, dan Straits Times menguat 11,88 poin (0,37 persen) posisi 3.242,32.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.