Investor Pilih Wait and See, Bursa Saham Amerika Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi salah satu pialang saham saat melihat monitor pergerakan pasar saham di Bursa Efek New York, 24 Agustus 2015. Penurunan saham di Amerika Serikat didorong oleh kekhawatiran akan kesehatan perekonomian Cina. AP/Richard Drew

    Ekspresi salah satu pialang saham saat melihat monitor pergerakan pasar saham di Bursa Efek New York, 24 Agustus 2015. Penurunan saham di Amerika Serikat didorong oleh kekhawatiran akan kesehatan perekonomian Cina. AP/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 6 Juni 2917, karena investor bersikap wait and see menjelang berita utama politik dan ekonomi yang diperkirakan terjadi pada hari Kamis, 8 Juni 2017.

    Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 47,81 poin atau 0,23 persen ke level 21.136,23, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 6,77 poin atau 0,28 persen ke 2.429,33 dan Nasdaq Composite turun 20,63 poin atau 0,33 persenke posisi 6.275,06.

    Seperti dilansir Reuters, agenda pemilihan umum Inggris, pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa, dan kesaksian mantan direktur FBI James Comey di depan Senat dapat mempengaruhi sentimen investor.

    Kesaksiannya Comey, yang sebelumnya dipecat saat menyelidiki dugaan kerjasama Presiden Donald Trump dan Rusia saat pemilu 2016 silam, meredam momentum pada agenda Trump untuk melakukan deregulasi dan merombak pajak.

    Sementara itu, Menurut jajak pendapat, Perdana Menteri Inggris Theresa May diperkirakan dapat unggul di parlemen tak lama setelah survei lain memperkirakan persaingan dengan oposisi dari Partai Buruh di pemilu ini akan berlangsung ketat.

    Investor juga masih waspada terhadap pertemuan Bank Sentral Eropa, di mana pembuat kebijakan diperkirakan untuk mengambil pandangan ekonomi yang lebih dovish.

    Anthony Conroy, Presiden Direktur Abel Noser, mengatakan ada banyak peristiwa pada pada pekan yang dapat membuat volatilitas pasar saham meningkat. "Investor harus memposisikan diri mereka pada apa pun yang dapat terjadi pada pada Kamis mendatang,” ungkapnya, seperti dikutip Reuters.

    Saham Amazon menjadi penekan terbesar pada indeks S&P 500 setelah melemah 0,8 persen. Sementara itu, saham Walmart turun 1,7 persen setelah Amazon mengatakan akan menawarkan layanan berlangganan utama dengan harga diskon kepada pelanggan.

    Sementara itu, saham Macy turun 8,2 persen setelah memperingatkan marjin perusahaan dapat menyusut lebih jauh. Berita tersebut menimpa saham department store lainnya, saham J.C. Penney turun 4,1 persen, Sears melemah 2,5 persen, sedangkan Nordstrom turun 3,6 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?