Produksi AS Menanjak Sebabkan Harga Minyak Tergelincir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Hasan Jamali

    AP/Hasan Jamali

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak global menuju penurunan mingguan terbesar dalam empat pekan terakhir akibat data produksi Amerika Serikat menanjak ke level tertinggi sejak Agustus 2015.

    Pada perdagangan Jumat, 2 Juni 2017, pukul 15:52 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2017 turun 0,98 poin atau 2,03 persen menuju US$47,38 per barel. Sementara minyak Brent kontrak Juli 2017 merosot 0,98 poin atau 1,94 persen menjadi US$49,65 per barel.

    Chief strategist CMC Markets Michael McCarthy mengatakan harga minyak mulai meluncur ke bawah US$50 per barel pada pekan lalu akibat pasar yang kecewa terhadap rapat OPEC. Negara-negara produsen minyak sepakat hanya memperpanjang periode pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) sampai kuartal I/2018, padahal pasar berharap lebih banyak.

    BacaHarga Minyak Turun, Ini Penyebabnya

    Sementara, stok AS menurun, produksi dan pengeboran minyak AS kian meningkat. Sentimen ini menimbulkan kekhawatiran adanya tambahan suplai. Pada Kamis, 1 Juni 2017, waktu setempat, U.S. Energy Information Administration (EIA) melansir data stok minyak AS dalam sepekan yang berakhir Jumat, 26 Mei 2017 turun 6,43 juta barel menjadi 532,37 juta barel.

    Mulai 31 Maret 2017 stok minyak AS sepekan selalu menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak EIA melakukan pencatatan pada 1982. Namun, dalam 8 pekan terakhir volume persediaan menunjukkan tren menurun. Sementara tingkat produksi minyak AS naik 22.000 barel menuju 9,34 juta barel per hari (bph), yang menjadi level tertinggi sejak Agustus 2015. Sebelumnya pada Desember 2016, AS konsisten menahan produksi di level 8,7 juta bph.

    "Bertumbuhnya suplai AS dan kurangnya upaya OPEC dalam mengelola pasar membuat harga minyak tertekan," tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat, 2 Juni 2017.

    Sebenarnya ada sentimen positif bagi pasar dari sisi naiknya permintaan. Namun, penambahan suplai terus-menerus membuat harga sulit mencapai level US$55 per barel.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.