Selasa, 13 November 2018

Pemerintah Terbitkan Harga Acuan Sembilan Bahan Pokok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

    Baca: Indonesia Perlu Undang-Undang Pengendalian Harga

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk
    menjamin ketersediaan, stabilitas, dan kepastian harga barang kebutuhan pokok, khususnya pada saat puasa dan menjelang Lebaran 2017.

    Baca: Harga Acuan Daging Sapi Beratkan Peternak Kecil

    Aturan ini mulai berlaku pada 16 Mei 2017 untuk sembilan harga komoditas bahan pokok. "Permendag ini diterbitkan untuk menjamin ketersediaan, stabilitas, dan kepastian harga beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras," ucap Enggar dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Mei 2017.

    Berikut Harga Acuan yang ditetapkan Menteri Perdagangan Melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017:

    1. Beras
    Untuk harga acuan pembelian di petani, harga Rp 7.300 per kilogram (kg), harga acuan penjualan di konsumen Rp 9.300 per kg.

    2. Jagung
    Untuk harga acuan pembelian di petani dijual dengan kisaran harga Rp 2.500-Rp 3.150 per kg, (semakin rendah kadar air, harga semakin tinggi), sedangkan untuk harga acuan penjualan di konsumen sebesar Rp 4.000 per kg.

    3. Kedelai
    Kedelai lokal untuk harga acuan pembelian di petani dijual sebesar Rp 8.500 per kg, di pengguna/pengrajin sebesar Rp 9.200 per kg. Lalu untuk kedelai impor, harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 6.550 per kg, dan di pengguna/pengrajin sebesar Rp 6.880 per kg. 

    4. Gula
    Harga acuan pembelian di petani Rp 9.100 per kg, di konsumen Rp 12.500 per kg.

    5. Minyak Goreng
    Ditetapkan harga acuan pembelian di konsumen untuk minyak curah Rp 10.500 per liter, dan kemasan sederhana Rp 11.000 per liter.

    6. Bawang Merah
    Harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 15.000 per kg untuk Konde Basah, Rp 18.300 per kg untuk konde Askip, dan Rp 22.500 per kg untuk Rogol Askip. Sedangkan untuk harga acuan di pembeli, untuk Rogol Askip sebesar Rp 32.000 per kg.

    7. Daging Beku dan Daging Segar
    Harga acuan hanya ditetapkan untuk pembelian konsumen, yakni sebesar Rp 80.000 per kg untuk daging beku. Sedangkan untuk daging segar, bagian paha depan sebesar Rp 98.000 per kg, paha belakang Rp 105.000 per kg, sandung lamur Rp 80.000 per kg, dan tetelan Rp 50.000 per kg.

    8. Daging Ayam Ras
    Untuk harga acuan pembelian di peternak ditetapkan Rp 18.000 per kg, dan di konsumen Rp 32.000 per kg.

    9. Telur Ayam Ras
    Untuk harga acuan pembelian di peternak sebesar Rp 18.000 per kg, dan di konsumen sebesar Rp 22.000 per kg.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?