Atur Tarif Intenet, BRTI Diminta Perhatikan Operator

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Rosa Panggabean

    ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Victoria Venny, analis saham dari MNC Securites, menilai dalam mengatur tarif internet seharusnya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  dapat meminta masukkan dari masing masing operator telekomunikasi di Indonesia. Sebab masing-masing operator memiliki struktur biaya berbeda-beda.

    “Operator yang membangun jaringan hingga pelosok dan daerah-daerah terpencil atau perbatasan tentu memiliki struktur tarif yang jauh lebih besar ketimbang mereka yang hanya membangun di daerah perkotaan saja,” ucap Venny dalam keterangannya, Senin 8 Mei 2017.

    Baca: Telkomsel Diretas, Seperti Apa Perbandingan Tarif ... 

    Menurut Venny, untuk membangun jaringan telekomunikasi hingga pelosok negeri memang membutuhkan investasi yang tidak sedikit.  Indosat dan XL yang hanya menyasar pasar kota besar di Jawa, Sumatera, Sulawesi da Kalimantan  tentu biaya produksinya lebih murah dari Telkomsel sehingga bisa memberikan tarif yang lebih murah. “Namun kita mengakui kualitas dan keterjangkauan Telkomsel juga jauh lebih baik dibandingkan operator lain,” ucapnya

    Meski saat ini belum terjadi predatory pricing, Venny menilai hingga saat ini operator telekomunikasi di Indonesia masih menjual harga internetnya di bawah harga pokok produksi. Ini ditujukan agar konsumen dapat mengenal dan menikmati layanan internet terlebih dahulu. Namun diakui nantinya operator akan memiliki kendala ketika mereka ingin menjual paket internetnya sesuai dengan biaya pokok produksinya.

    “Tentu saja masyarakat akan protes jika tarif dinaikkan. Karena mereka sudah merasakan tarif internet yang murah. Namun demikian jika operator terus menjual tarif di bawah harga pokok produksi, maka kinerja keuangan mereka bisa tergangu,”ujar Venny.

    Lanjut Venny, sebenarnya majority shareholder dan investor publik sudah menanti-nanti kapan para operator akan menaikkan tarif internet di Indonesia. Tujuannya agar kinerja keuangan perseroan menjadi lebih baik lagi.

    Baca:  Telkomsel Diretas, BRTI: Cuitan Indosat dan XL Tak ... 

    Soal tarif internet, Kepala Ekonom PT Danareksa Sekuritas Kahlil Rowter pernah mengatakan  tarif internet di Indonesia memang  terlalu murah.  Jika masih menerapkan perang tarif di internet, maka bisa dipastikan operator telekomunikasi tersebut tidak mampu mempertahankan kualitas layanannya kepada konsumennya.

    “Ujung-ujungnya nanti operator tersebut akan bangkrut. Contohnya saja Esia dan Fren yang dahulu jor-joran dalam menerapkan tarif telekomunikasinya. Namun itu semua keputusan bisnis masing-masing operator” kata  Kahlil di Jakarta, Jumat 28 April 2017.

    SETIAWAN ADIWIJAYA

    CAPEX Emiten Sektor Telekomunikasi
































    Emiten

    2014

    2015

    2016

    2017

    Telkom

    26 T

    26,7 T

    29,1 T

    29 T

    Indosat

    8 T

    7,5 T

    7 T

    7,5 T

    XL

    7 T

    7 T

    7 T

    7 T


    Sumber: Laporan Publikasi Emiten


    Perbandingan Tarif Internet




















































































































































     

    Tariff

    US$

    Total Quota

    Main Quota

    4G Bonus

    Content Bonus

    Other Benefit

    Eff Price Incl Content (Rp)

    Eff Price Excl Content (Rp)

    Tsel Maxplore 30 GB

    70K

    5,3

    30 GB

    2 GB

    5 GB

    10 GB

    Midnight Quota 13GB

    2,3

    3,4

    ISAT Freedom Combo

    59K

    4,5

    7.5 GB

    2 GB

    5 GB

    0.5 GB

    Voice & SMS

    7,7

    8,2

    XL Xtra Combo

    59K

    4,5

    8 GB

    2 GB

    4 GB

    2 GB

    Voice & SMS

    7,2

    9,6

    XL 10GB (perdana)

    60K

    4,6

    10GB

    1GB

    9GB

     

     

    5,9

    5,9

    Hutch Non Stop 4G

    45K

    3,5

    32 GB

    2 GB

    30 GB

     

    Voice & SMS

    1,4

    1,4

    Smartfen Limitless

    60K

    4,6

    4 GB

    2 GB

    2 GB

     

    Voice & SMS

    14,6

    14,6

    Singtel Combo

    259K

    19,9

    4 GB

    2 GB

    Wifi 2GB

    63,2

    126,5

    Globe Philippine

    80K

    6

    2.5 GB

    1.5 GB

    1 GB

     

    31,3

    52,1

    Airtel Thailand

    153K

    11,5

    2 GB

    2 GB

    Wifi Unlimited

    74,7

    74,7

    Starhub Spore

    457K

    34,3

    3 GB

    3 GB

    Voice & SMS

    148,8

    148,8

    Airtel India

    95k

    7,1

    2 GB

    2 GB

     

    46,4

    46,4


    Sumber:  u


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.