Sepuluh Bali Baru pun Dipamerkan Jokowi ke Pebisnis Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet Presiden Joko Widodo menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, 1 Januari 2016. Fotograger Pribadi Presiden Jokowi/Agus Soeparto

    Siluet Presiden Joko Widodo menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, 1 Januari 2016. Fotograger Pribadi Presiden Jokowi/Agus Soeparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memaparkan reformasi ekonomi yang sudah berlangsung di Indonesia di depan para pebisnis Hong Kong. Ia mengajak pebisnis itu meningkatkan investasinya di Indonesia.

    "Bagi Indonesia, kami ingin tetap berfokus. Dan fokus kami saat ini adalah reformasi," kata Jokowi di acara pertemuan yang digelar di Grand Ballroom Hotel Conrad, Hong Kong, sebagaimana rilis dari Kepala Biro Media Pers dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin, 1 Mei 2017. Hadir pula Li Ka-shing, pebisnis yang disebut oleh Jokowi sebagai Superman.

    Jokowi mencontohkan reformasi yang ia lakukan di awal jabatannya sebagai Presiden Oktober 2014. Saat itu dirinya mengurangi dan merealokasi subsidi bahan bakar minyak. Sebesar 80 persen subsidi yang bernilai sekitar US$15 miliar per tahun itu dialihkan untuk layanan kesehatan, pendidikan, serta utamanya pembangunan infrastruktur.

    Pemerintah mencanangkan program pembangunan infrastruktur proyek listrik 35 gigawatt, 1.000 kilometer jalan tol, 3.258 kilometer jalur kereta api, 15 bandara baru, 10 pengembangan bandara, serta 24 pelabuhan baru dan pengembangan pelabuhan.

    Presiden juga menyampaikan kepada para hadirin mengenai penghapusan sekitar tiga ribuan peraturan daerah yang mempersulit investasi. Ada juga kebijakan pengampunan pajak, yang kemudian dianggap sebagai satu kebijakan tersukses dari kebijakan-kebijakan pengampunan pajak sepanjang sejarah.

    Berkat sejumlah upaya itu, kata Jokowi, Indonesia pada 2016 memperbaiki peringkat di indeks Kemudahan Berusaha (ease of doing business) Bank Dunia sebanyak 15 peringkat, dari peringkat 106 menjadi 91. Jokowi menambahkan target Indonesia berikutnya berada pada posisi 40 besar dalam daftar tersebut.

    Dengan sejumlah upaya dan capaian pemerintah tersebut, kata Jokwi, tersedia banyak peluang investasi di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan pemerintah hingga sekarang mampu menjadikan sejumlah wilayah Indonesia semakin terhubung. Ini tentu saja membuat peluang di sektor pariwisata akan semakin besar.

    "Anda semua tahu Bali, pulau surga kami yang terkenal itu. Dengan akses infrastruktur yang semakin baik, kami telah meluncurkan sebuah program yang disebut 'Sepuluh Bali Baru'. Seperti misalnya Raja Ampat di Papua, Mandalika di Lombok, dan Pulau Komodo," kata Jokowi.

    "Anda mungkin ingin segera membeli properti di sana sebelum Li Ka-shing membeli semuanya dan harganya juga menjadi naik," kata Jokowi menyebut pebisnis Hong Kong terkenal yang juga hadir dalam pertemuan itu.

    Jokowi mengaatakan dirinya melihat peluang yang luar biasa bagi industri keuangan Hong Kong pada Indonesia. "Saya percaya, di Asia, pembiayaan infrastruktur akan menjadi peluang pasar modal terbesar selama beberapa dekade ke depan," ujar Jokowi.

    Dia pun berharap agar para investor Hong Kong tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Ia juga meyakinkan bahwa pihaknya akan senantiasa melakukan perbaikan dari segala sisi untuk semakin menjadikan Indonesia sebagai negara ramah investasi. "Kami di Indonesia akan terus menyambut Anda dengan reformasi yang lebih kuat dan kemajuan yang lebih cepat dari sebelumnya," kata Jokowi.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.