Pesan Kalla Kepada MUI: Wirausaha Bagian dari Ibadah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, 3 April 2017. Pertemuan ini membahas mengenai berbagai permasalahan bangsa salah satunya tentang rencana pelaksanaan dialog nasional untuk membangun rekonsiliasi dan persatuan bangsa. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, 3 April 2017. Pertemuan ini membahas mengenai berbagai permasalahan bangsa salah satunya tentang rencana pelaksanaan dialog nasional untuk membangun rekonsiliasi dan persatuan bangsa. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla berpesan kepada  Majelis Ulama Indonesia agar Kongres Ekonomi Umat tak berakhir menjadi sekedar Kongres saja. Menurutnya, banyak sekali kongres atau seminar-seminar di Indonesia yang tak
    berujung pada pelaksanaan rekomendasi yang dihasilkan.

    "Kita ini negara yang paling banyak seminar, konferensinya. Tapi, tidak ada kerja yang baik hanya dengan kongres, seminar, saja," ujar Kalla saat menutup Kongres Ekonomi Umat MUI di Hotel Sahid, Senin, 24 April 2017.

    Baca: Kapal Raksasa Prancis Resmi Berlayar dari LA ke Tanjung Priok

    JK mengatakan, hasil kongres harus direalisasikan apa pun tantangannya. Hal itu, untuk menunjukkan bahwa MUI memang berkomitmen ingin ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pemerataan ekonomi di kalangan umat.

    Menurut Kalla, banyak hal yang bisa dilakukan MUI untuk memastikan hasil kongres terealisasi. Pertama, membina jaringan umat yang ada di bawah MUI untuk kemudian memberikan mereka semangat, arahan, dan pendidikan untuk berwirausaha.

    "Tindak lanjut jangan kepada organisasi saja, tapi langsung menyasar ke umat. Umat didorong, diajarkan, dan dimotivasi," ujar Kalla.

    Di sisi lain, bisa juga dengan menyakinkan  umat Islam bahwa berwirausaha merupakan bagian dari ibadah. Ada pun bentuk ibadahanya adalah dengan memberikan hasil usaha kepada masyarakat yang kurang mampu untuk menyejahterakan mereka.

    "Dulu ayah saya juga mengatakan bahwa berwirausaha itu ibadah. Hasilnya untuk amal, jangan dinikmati sendiri," ujar Kalla.

    Pemerintah, ujar Kalla tak akan tinggal diam. Selain ikut memantau pelaksanaan rekomendasi kongres juga akan mendukung dengan membuat kebijakan-kebijakan yang pro pengusaha Usaha mikro, kecil, dan menangah. Misalnya, dengan rencana
    meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat dengan bunga 7 persen.

    "Itu masih dalam tahap pembahasan. Dalam beberapa bulan akan diluncurkan," ujar Kalla. Ia juga optimistis para calon pengusaha tidak akan malas-malasan menggunakan kesempatan dari pemerintah itu. Tidak ada calon pengusaha yang malas, mereka hanya membutuhkan pengarahan.

    Baca: Ekspor Industri Tekstil dan Produk Tekstil Diklaim Naik

    Secara terpisah, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Azrul Tanjung menyampaikan bahwa ada sejumlah rekomendasi dari kongres yang akan dilaksanakan. Pertama, adalah pembentukan pusat data dan kejian pemberdayaan ekonomi umat.

    Rekomendasi kedua, pembentukan kerja sama dalam berbagai kajian pemberdayaan ekonomi umat. Hal itu  berkaitan dengan isu-isu pengembangan lingkungan bisnis baik internal, eksternal, lokal, mapun global.

    "Rekomendasi ketiga adalah penerbitan jurnal pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Rekomendasi kelima, pemberian apresiasi kepada pelaku usaha muslim teladan secara berkala," ujar Azrul.

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.