Dewan ICAO Telah Menetapkan Standar Gas Buang CO2 Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miniatur pesawat saat dibuat di Kampung Cangkrang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 2 Juli 2016. Pembuatan miniatur pesawat ini menggunakan bahan dasar resin dengan bahan tambahan metal dan kayu. ANTARA FOTO

    Miniatur pesawat saat dibuat di Kampung Cangkrang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 2 Juli 2016. Pembuatan miniatur pesawat ini menggunakan bahan dasar resin dengan bahan tambahan metal dan kayu. ANTARA FOTO

    TEMPO.CONew York- Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah mengesahkan standar baru buangan CO2 pesawat, yang akan mengurangi dampak buangan gas rumah kaca penerbangan terhadap iklim global. "Ini merupakan standar sertifikasi rancangan global pertama di dunia yang mengatur buangan CO2 bagi setiap sektor industri," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam taklimat harian di Markas Besar PBB, New York, AS, Senin, 6 Maret 2017.

    Standar baru tersebut, yang disahkan oleh Dewan ICAO, yang beranggotakan 36 negara, akan berlaku bagi jenis pesawat baru yang dirancang dari 2020 dan pesawat yang sudah diproduksi hingga 2023.

    Semua pesawat yang sedang diproduksi dan sampai 2028 tidak memenuhi standar itu takkan lagi bisa diproduksi kecuali rancangannya diubah secara memadai.

    "Prestasi bersejarah ini menempatkan penerbangan pada posisi yang jauh lebih baik sebab kita sangat menginginkan era yang lebih hijau dalam pengembangan angkutan udara," kata Sekretaris Jenderal ICAO Liu Fang.

    "Penerbangan sipil internasional sekali lagi telah melakukan tindakan pelopor untuk menangani dampak dari buangan CO2 pesawat pada iklim global," kata Presiden Dewan ICAO Olumuyiwa Benard Aliu. Standar baru tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Februari 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.