Rilis Data Keuangan Positif, IHSG Menguat 3,81 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28 Februari 2017) ditutup menguat tipis 3,81 poin di tengah laporan keuangan sejumlah emiten yang mencatatkan hasil positif.

    IHSG BEI ditutup naik 3,81 poin atau 0,07 persen menjadi 5.386,69 poin, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 1,06 poin (0,11 persen) menjadi 892,69 poin.

    "Penguatan IHSG didorong oleh rilis data dari laporan keuangan 2016 terutama dari grup Astra sehingga menjaga pergerakan IHSG," kata Analis NH Korindo Bima Setiaji di Jakarta, Selasa.

    Ia menambahkan bahwa dengan hasil laporan sebagian besar emiten di 2016 yang bagus, investor semakin optimistis terhadap kinerja emiten pada 2017 ini, apalagi juga didukung oleh aksi beli bersih asing.

    Berdasarkan data BEI, pelaku pasar asing mencatatkan aksi beli bersih atau foreign net buy sebesar Rp120,698 miliar pada Selasa ini (28 Februari 2017).

    Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa menjelang akan dirilisnya data inflasi yang diproyeksikan masih terkendali merupakan salah satu faktor penunjang kenaikan IHSG.

    "Posisi IHSG saat ini masih terlihat bertahan dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi akan kembali menguat," katanya.

    Sepanjang perdagangan hari ini, frekuensi transaksi mencapai 330.167 kali dengan jumlah saham diperdagangkan 10,548 miliar lembar senilai Rp6,604 triliun. Tercatat, saham yang harganya naik sebanyak 157 saham, 170 saham turun, dan 90 saham harganya stagnan.

    Di bursa regional, indeks Hang Seng bursa Hong Kong ditutup melemah 148,32 poin (0,77 persen) ke level 23.740,73, indeks Nikkei bursa Tokyo naik 11,52 poin (0,06 persen) ke level 19.118,99, dan Straits Times bursa Singapura melemah 12,01 poin (0,39 persen) posisi 3.096,61.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.