Bisnis Ikan, Jokowi Bakal Sekolahkan Anak Nelayan ke Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke sekolah menengah perikanan menengah Waiheru, di Maluku, 9 Februari 2017. Kredit: Biro Humas KKP

    Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke sekolah menengah perikanan menengah Waiheru, di Maluku, 9 Februari 2017. Kredit: Biro Humas KKP

    TEMPO.CO, Ambon – Presiden Joko Widodo berencana menyekolahkan sejumlah anak nelayan ,yang berada di Ambon, Maluku, untuk belajar tentang bisnis mutiara laut.Hal itu disampaikan Jokowi kepada para siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Waiheru, Ambon.

    Menurut Jokowi, daerah Dobo, Kepulauan Aru, memiliki sumber daya kerang mutiara yang melimpah. “Nanti agar diseleksi lima sampai enam siswa setelahnya lulus, terutama dari anak-anak nelayan untuk disekolahkan ke Jepang mempelajari kerang mutiara,” kata dia melalui siaran pers pada Kamis, 9 Februari 2017.

    Jokowi mengarahkan nelayan tidak hanya fokus pada budi daya ikan semata, namun juga dapat beternak mutiara.

    Baca: Jokowi Blusukan ke Mal Ambon, Beli Buku Dee Lestari

    Pengelola SUPM Waiheru juga membenarkan selama ini sekolahnya harus mendatangkan tenaga ahli dari Jepang. Ahli Jepang diminta untuk penanaman nukleus atau benih pada kerang mutiara.

    Jokowi meminta agar para siswa Indonesia mulai sekarang belajar tentang kerang mutiara ke Jepang. Dalam waktu dekat SUPM Waiheru bakal diminta untuk menyeleksi siswa kemudian dikirim ke Jepang.

    Baca: Bertanya Jenis Ikan di Ambon, Jokowi Bingung Sendiri

    Jokowi juga berpesan kepada para siswa untuk belajar dengan sebaik-baiknya agar dapat memanfaatkan potensi laut Indonesia yang sangat besar. Jokowi berjanji akan membantu anak nelayan yang cerdas untuk melanjutkan sekolah ke Jepang.

    Para anak nelayan ini akan bersekolah di jurusan budidaya, pengolahan, penangkapan, maupun mesin perikanan. Siswa SUPM sangat antusias atas kunjungan Jokowi tersebut. Mereka memanfaatkan dengan baik kesempatan berdialog langsung dengan Presiden.

    Jokowi seperti biasa, memberi beberapa pertanyaan mengenai kelautan dan perikanan, para siswa berebut menjawab. 

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.