Rabu, 21 Februari 2018

Menakertrans: Buruh dan PT Doson Harus Kompromi

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 15 Juli 2003 10:13 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea meminta PT Doson dan buruhnya untuk bertemu, dan mencari jalan keluar atas perselisihan industrial yang terjadi antar keduanya. Langkah itu harus ditempuh agar masalah tidak berlarut-larut. Jika kedua belah pihak bersikukuh pada pendirian masing-masing, kata Jacob usai membuka seminar "Studi Uji Kebutuhan Ekonomi dalam Menghadapi Perdagangan Bebas" di Jakarta, Selasa (14/1), keduanya akan semakin rugi dan tak kunjung ada solusi. Karena itu, harus ada kompromi antara mereka. Seperti diketahui, PT Doson memutuskan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 7 ribu karyawannya. Perusahaan pemegang lisensi sepatu Nike di Indonesia itu menginginkan pembayaran pesangon satu kali Peraturan Menakertrans No.150/2000. Padahal, Menakertrans telah memveto keputusan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P), sehingga perusahaan diwajibkan membayar dua kali Permenakertrans No.150/2000. Kendati demikian, Jacob menawarkan alternatif lain untuk kompromi, yaitu satu setengah kali. Pesangon bagi pekerja yang di PHK bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, bila sudah dibicarakan dan disetujui kedua belah pihak. Namun, hingga kini, belum ada kesepakatan antara PT Doson dan karyawannya, meskipun perundingan telah dilakukan beberapa kali. bahkan, para pekerja terus melakukan aksi unjuk rasa. Sebelumnya, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia Djimanto menduga ada orang atau organisasi tertentu yang menggerakkkan para buruh. Ini, katanya, dibuktikan dengan laporan intelijen polisi. Disebutkan bahwa tak sedikit massa yang mengikuti aksi itu sering pula mengikuti aksi buruh serupa di tempat lain. Karena itu, Djimanto memperkirakan, peserta unjuk rasa adalah massa bayaran. Itu bukan murni buruh PT Doson, katanya kepada Tempo News Room. Jacob berjanji akan segera mempertemukan pengusaha dan pekerja PT Doson. Kami akan mengundang mereka di sini, kata jacob. Dengan pertemuan itu, ia berharap akan ada titik temu sebagai jalan keluar. Sementara menunggu pertemuan, Jacob meminta para karyawan untuk bekerja seperti biasa, menyelesaikan sisa order sepatu yang belum tuntas. Ini penting, karena dana penjualan sepatu itu yang akan digunakan untuk biaya pesangon. Menurut catatan Djimanto, terakhir masih ada order 230 ribu pasang sepatu. Hanya 30 ribu pasang yang sudah terselesaikan, sedangkan 200 ribu pasang lainnya belum digarap karena buruh melakukan aksi mogok kerja. Pengusaha khawatir, bahan sepatu yang telah lama didiamkan itu akan rusak karena pengaruh udara lembab. Selain itu, model sepatu yang diorder sifatnya musiman. Sehingga bila sudah tidak mode lagi, tidak akan laku dijual. Karena itu, ia berharap, para pekerja yang mogok bersedia bekerja kembali menyelesaikan order. Mereka berjanji, dana hasil penjualan itu seluruhnya akan digunakan untuk biaya pesangon. Saat ini, PT Doson telah menghabiskan Rp 20 miliar untuk memberi pesangon lebih dari 1500 pekerja. Retno Sulistyowati --- Tempo News Room

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    NAM Air Tepat Waktu, Maskapai dengan OTP Terbaik di Asia Pasifik

    Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa NAM Air dan empat maskapai lain memiliki OTP rata-rata di atas standar Asosiasi Maskapai Asia Pasifik.