Menteri Susi: Kedaulatan Laut Adalah Harga Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nelayan saat melakukan bongkar muat ikan hasil tangkapan, di Pangkalan Pendaratan Ikan Amagarapati Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 24 Desember 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah nelayan saat melakukan bongkar muat ikan hasil tangkapan, di Pangkalan Pendaratan Ikan Amagarapati Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 24 Desember 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kedautalan teritorial laut adalah harga mati. Menteri Susi menegaskan kedaulatan teritorial laut dan pangan bangsa Indonesia tidak boleh lagi diinjak-injak oleh pihak asing. Terkait dengan peningkatan stok ikan, Menteri Susi menilai pemberantasan pencurian ikan turut meningkatkan beragam jumlah spesies perikanan.

    Direktur Eksekutif Center of Maritime Studies for Humanity Abdul Halim ingin pemerintah memperbanyak armada kapal perikanan untuk nelayan dalam negeri. Hal itu agar potensi sumber daya ikan yang terdapat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional dan masyarakat di Tanah Air.

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan potensi perikanan tangkap di 11 wilayah pengelolaan perikanan yang tersebar di seluruh kawasan perairan Indonesia mencapai 9,9 juta ton atau meningkat dari potensi tahun 2011 sebesar 6,5 juta ton.

    "Stock Assessment dilakukan sepanjang tahun 2016 dengan cakupan wilayah 11 WPPN-RI," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP Zulficar Moctar, Jumat, 6 Januari 2017.

    Baca : Susi: Kapal Malaysia Curi Ikan, Apa Itu Rekreasi?

    Berdasarkan hasil kegiatan Stock Assessment tersebut, KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton.

    Pada 2017, Balitbang KP menganggarkan Rp736,5 milyar sebagai alokasi pagu untuk menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan yang meliputi pembangunan Piamari dan Miamari, melaksanakan stock assessment dan implementasi Sistem Informasi Nelayan Pintar di 7 pelabuhan.

    Baca : Menteri Susi Tangkap 122 Kapal Asing, Ditenggelamkan?

    Stok ikan yang melimpah dapat dilihat melalui teknologi citra satelit. Dengan alat tersebut, tingkat kesuburan laut di kawasan perairan dapat diketahui.

    Halim berpendapat, ZEE Indonesia sangat penting diisi oleh kapal-kapal nasional karena hal tersebut juga terkait dengan aspek identitas, harga diri bangsa, serta kedaulatan suatu negara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.