Harbolnas 2016 Tawarkan Diskon Hingga 95 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut barang pesanan di gudang toko online Zalora, Cibitung, Jawa Barat, 11 Desember 2015. Zalora merupakan salah satu e-commerce Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat tiap tahunnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mengangkut barang pesanan di gudang toko online Zalora, Cibitung, Jawa Barat, 11 Desember 2015. Zalora merupakan salah satu e-commerce Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat tiap tahunnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan Hari Belanja Online (Harbolnas) Nasional kembali digelar pada tahun 2016 ini. Sejumlah penawaran menarik diberikan pada gelaran kelima harbolnas tersebut, termasuk penawaran diskon belanja hingga 95 persen.

    "Harbolnas tahun ini akan diselenggarakan selama tiga hari dari 12 hingga 14 Desember 2016," ujar Ketua Panitia Harbolnas dan Senior Vice President Lazada Indonesia, Miranda Suwanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

    Selain diskon besar-besaran, kata Miranda, ada juga promo buy one get one (beli satu gratis satu). “Hingga fasilitas pengiriman bebas biaya untuk sejumlah produk ke seluruh wilayah di Indonesia."

    Baca: Daftar Produk Incaran di Hari Belanja Online Nasional

    Hari Belanja Online Nasional sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama-sama oleh sejumlah e-commerce atau situs belanja online di Indonesia sejak tahun 2012. Kegiatan ini dimulai oleh 5 situs belanja online di Indonesia, yaitu Lazada Indonesia, Blanja, PinkEmma, Berrybenka, dan Bukalapak.

    Miranda mengungkapkan bahwa peserta e-commerce yang ikut dalam perhelatan Harbolnas tahun ini sendiri meningkat sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Di Harbolnas 2015, hanya ada 142 peserta, untuk tahun 2016 ini sudah mencapai 211 peserta, ini peningkatan yang cukup signifikan," ucapnya.

    Baca: Ayo Ngaku, Kamu Pernah Belanja Online di Jam Kerja kan?

    Dengan peningkatan jumlah e-commerce yang berpartisipasi ini, menurut Miranda, diharapkan akan ada pelanggan baru yang ikut memulai berbelanja secara online. Perkembangan e-commerce di Indonesia dalam beberapa tahun ini cukup besar.

    Merujuk pada riset dari Google dan Temasek, ungkapnya, Indonesia pada tahun 2015 menempati urutan pertama negara dengan pertumbuhan pasar internet terbesar di dunia. "Diprediksi, pada tahun 2025 nanti, Indonesia akan menguasai 50 persen pasar e-commerce di Asia Tenggara," kata Miranda.

    Sementara itu, Vice President Consumer Business PT Bank Central Asia Tbk (BCA), I Ketut Alam Wangsawijaya, menyampaikan bahwa pihak perbankan akan berupaya meningkatkan fasilitas pembayaran untuk mendukung perkembangan e-commerce di Indonesia. "Bank BCA dan perbankan lainnya, tentu akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan untuk kemudahan pembayaran," tuturnya. Hal yang terpenting adalah kenyamanan dan keamanan transaksi online konsumen dapat terjaga.

    FAJAR PEBRIANTO | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.