Bulog Perlu Lebih Mengevaluasi Penyaluran Beras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi beras Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Endang Srikarti Handayani menyatakan Bulog perlu lebih melakukan evaluasi terhadap mekanisme dan kualitas penyaluran beras kepada warga miskin karena masih ditemukan sejumlah permasalahan.

    "Perlu dirut dan jajarannya melakukan evaluasi ke bawah. Jangan hanya percaya dengan laporan-laporan," kata Endang Srikarti dalam rilis di Jakarta, Kamis (17 November 2016).

    Menurut dia, saat ini masih terdapat keluhan dari masyarakat seperti beras bagi warga miskin yang didistribusikan ternyata masih ada yang berkualitas buruk.

    Untuk itu, politisi Partai Golkar itu mendesak manajemen Bulog melakukan evaluasi kepada Bulog di daerah yang kinerjanya kurang.

    Endang berpendapat bahwa pangkal persoalan penyaluran beras berkualitas buruk bukanlah karena produksi di tingkat petani.

    Namun, lanjutnya, rusaknya beras itu lebih karena sistem penyimpanan yang tidak bagus dan dugaan kecurangan.

    Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR Hermanto menginginkan Bulog dapat benar-benar memaksimalkan pembelian beras dari para petani di berbagai daerah guna meningkatkan kesejahteraan petani di Tanah Air.

    "Bulog diberi amanat anggaran untuk mengelola dan membeli beras rakyat, dan mengelola raskin. sepenuhnya dari anggaran itu diupayakan semaksimal mungkin agar Bulog membeli beras dari petani, dan mengalokasikan untuk kepentingan raskin," kata Hermanto.

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengingatkan sesuai dengan UU Pangan, ada klausul yang menyebutkan pemerintah sekuat mungkin memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri yang berasal dari produk-produk petani dalam negeri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.