Naik dari Level Terendah, WTI Tembus US$ 47

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor OPEC di Wina, Austria. REUTERS/Leonhard Foeger

    Kantor OPEC di Wina, Austria. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau naik dari level terendahnya dalam sebulan pada perdagangan hari ini (Selasa, 1 November 2016), setelah OPEC menyetujui strategi jangka panjang yang mengindikasikan bahwa kartel tersebut mencapai konsensus pengendalian produksi.

    Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Desember menguat 0,47% atau 0,22 poin ke US$47,08 per barel pada pukul 14.06 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,19% atau 0,09 poin di posisi 46,77.

    Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Januari juga menguat 0,78% atau 0,38 poin ke level US$48,99, setelah dibuka dengan kenaikan 0,23% atau 0,11 poin di level 48,71.

    Seperti dilansir Reuters hari ini, organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) kemarin menyetujui dokumen yang menjabarkan strategi jangka panjang untuk pengaturan minyak mentah.

    Hal itu berarti kembalinya peran OPEC dalam mengatur pasar serta menjadi lebih proaktif dalam mengantisipasi perubahan pasar.

    Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama siang ini terpantau turun meski tipis sebesar 0,03% atau 0,027 poin ke level 98,418 pada pukul 13.42 WIB setelah dibuka dengan pelemahan 0,04% atau 0,036 poin di posisi 98,409.

    Pelemahan dolar menyebabkan nilai impor bahan bakar menjadi lebih murah bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain serta berpotensi mendorong permintaan.

    Akan tetapi, penguatan minyak siang ini dibatasi oleh indikasi berlebihnya produksi dari OPEC. Menurut survey Reuters, produksi minyak OPEC kemungkinan mencatatkan jumlah tertinggi pada Oktober.

    Produksi minyak diperkirakan naik menjadi 33,82 juta barels per hari di saat Nigeria dan Libya melanjutkan sebagian produksinya setelah sempat terganggu sementara Irak meningkatkan ekspornya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.