Kembangkan Bandara Labuan Bajo: Pangkas Bukit Dulu, Baru...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan melewati gerbang masuk menuju kawasan Taman Nasional Komodo dengan dua patung komodo besar di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan habitat hewan reptil Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Di pulau ini dapat ditemui sejumlah spesies mamalia, reptil dan burung yang berasal dari Asia dan Australia. TEMPO/Frannoto

    Sejumlah wisatawan melewati gerbang masuk menuju kawasan Taman Nasional Komodo dengan dua patung komodo besar di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan habitat hewan reptil Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Di pulau ini dapat ditemui sejumlah spesies mamalia, reptil dan burung yang berasal dari Asia dan Australia. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berupaya mendorong sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Salah satu caranya dengan mengembangkan bandara di Labuan Bajo.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengembangan bandara di Labuan Bajo tidak cukup dengan memanjangkan landasan pacunya saja. Sebab, ada hambatan berupa bukit di sekitar bandara. "Untuk itu, pada 2017 kami akan memangkas bukit, baru 2018 pikirkan perpanjangan landasan," katanya lewat keterangan tertulis, Minggu, 30 Oktober 2016.

    Selain itu, pemerintah akan mengatur ulang hierarki bandara untuk meningkatkan nilai kompetitif bandara di Indonesia. Menurut Budi, tidak semua bandara di Indonesia dijadikan bandara Internasional. “Kalau semua bandara menjadi internasional, justru nantinya dapat saling mereduksi," katanya.

    Baca: Begini Cara Arcandra Pangkas Cost Recovery

    Budi menjelaskan, pemerintah akan mengarahkan agar turis asing mengunjungi Bali terlebih dulu sebelum ke Labuan Bajo. Dengan demikian, waktu kunjungan mereka lebih lama di Indonesia dan dapat berdampak terhadap ekonomi. "Kalau langsung ke sini (Labuan bajo), dua hari langsung pulang. Untuk itu, kami harus pikirkan sinergi, efisiensi, dan skala ekonominya.”

    Pemerintah berencana menjadikan bandara di Labuan Bajo menjadi sub-hub dari Bandara Ngurah Rai Bali. "Garuda bisa menginap di sini semua. Jadi, bila penumpang mau ke Bali dari sini, cuma 45 menit asal kepastian dan entitasnya banyak,” ucap Budi.

    Baca: Bank Pemerintah Bakal Luncurkan 1.000 ATM, Link Jadi Anchor

    Tidak hanya bandara yang dibenahi, pemerintah akan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo khusus untuk penumpang. Pemerintah daerah diminta untuk mencari lokasi lain yang akan digunakan sebagai pelabuhan logistik.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.