Korsel Tertarik Berinvestasi di Banten Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperlihatkan proses cetak menggunakan mesin digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di Jakarta, 22 April 2015. Pameran tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing dan pendukungnya, antara lain Textile Printing Apparel, Garment Printing, dan Digital Label Printing. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja memperlihatkan proses cetak menggunakan mesin digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di Jakarta, 22 April 2015. Pameran tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing dan pendukungnya, antara lain Textile Printing Apparel, Garment Printing, dan Digital Label Printing. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan negara dan asosiasi bisnis Korea Selatan tengah melirik Banten selatan sebagai lokasi pengembangan investasi dan kerjasama bisnis kepada pemerintah Provinsi Banten. Mereka ingin meningkatkan investasi dan industri alas kaki dan garmen di wilayah Banten Selatan.

    Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten, Alhamidi, usai bertemu dengan delegasi pemerintah dan bisnis Korea Selatan, di Serang, Kamis 20 Otober 2016.

    Dia bertemu dengan Ketua Komite Buruh dan Bea Cukai Korea Selatan, Ahn Chang, Kepala Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, Kim Young Me, dan Wakil Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Korea Selatan di Indonesia, KY Park.

    "Mereka tertarik dengan Banten. Dalam komunikasi yang kami lakukan, mereka berjanji akan mendirikan pabrik-pabrik di wilayah Banten," kata Alhamidi.

    Alhamidi mengatakan, untuk menarik investor dari Korea Selatan lebih banyak lagi datang ke Banten dan membangun industri, mereka akan mengadakan pertemuan dengan para pengusaha dari Korea Selatan dan berbincang soal ketenagakerjaan.

    Alhamidi dan jajarannya akan memanfaatkan momentum itu agar bisa menarik sebanyak mungkin para investor Korea Selatan mendirikan industri di Banten atau berekspansi bisnis ke wilayah Banten Selatan.

    "Saya sampaikan untuk perijinan ketenagakerjaan akan dibantu dengan semudah mungkin sesuai norma yang ada, dan saya sampaikan juga dalam waktu dua tahun, Banten akan menjadi percontohan di Indonesia untuk ketengekerjaan," katanya.

    Dengan demikian, kata Alhamidi, Banten jadi magnet bagi industri. Pihaknya juga menyampaikan Banten akan membuat regulasi yang tidak akan memberatkan pengusaha dan menguntungkan masyarakat seperti upah yang layak dan sesuai dengan aturan.

    Apalagi, kata dia, saat ini masih ada 455.000 masyarakat Banten yang masih menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?