Pertamina Targetkan Ambil Alih 104 Sumur di Sumatera Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karyawan Pertamina sedang memperbaiki sumur tua untuk reaktivasi di Tarakan, Kalimantan Timur (9/2). REUTERS/Beawiharta

    Sejumlah karyawan Pertamina sedang memperbaiki sumur tua untuk reaktivasi di Tarakan, Kalimantan Timur (9/2). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina EP menargetkan mengambil alih sekitar 104 unit sumur produksi yang dicuri oleh pelaku illegal drilling di wilayah kerja Lapangan Ramba, Musi Banyuasin, Sumsel pada saat operasi penertiban yang dilakukan hingga 13 Oktober ini.

    Sejak digelar operasi penertiban tersebut yang dimulai pada Minggu, 9 Oktober 2016, BUMN Integrasi Migas itu mengklaim telah berhasil mengambil alih sedikitnya 23 sumur dari 104 unit sumur yang targetkan di wilayang Mangunjaya dan Keluang.

    Manager Humas Pertamina EP Muhammad Baron mengatakan dalam operasi yang berlangsung Minggu telah diambil 23 unit sumur dengan  cara dicor semen dan disegel sehingga penmbang ilegal tidak bisa lagi berproduksi di sumur yang pernah mereka ambil tersebut.

    "Operasi ini melibatkan Polres Musi Banyuasin, Pemkab Banyuasin dan tokoh masyarakat. Di samping melakukan penertiban, kami masih membuka ruang dialog dengan banyak pihak dengan maksud agar tidak muncul gejolak sosial. Akhir operasi ini kami targetkan 104 sumur bisa diambil alih," ujarnya di Palembang, Senin (10 Oktober 2016).

    Dia menambahkan kegiatan operasi penertiban yang berlangsung pada 9-13 Oktober 2016 tersebut berjalan baik karena sudah didahului dengan upaya sosialisasi sejak jauh hari kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

    Dalam program pengambil alihan 104 unit sumur tersebut, ungkapnya, Pertamina juga melakukan pendekatan ekonomi, dimana masyarakat terdampak yang mata pencariannya bersinggungan dengan tambang ilegal akan diberdayakan dengan program CSR.

    Dia menjelaskan bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah menciptakan usaha baru bagi mereka, seperti usaha peternakan, kerajinan tangan, budidaya agribisnis dan berbagai bentuk usaha mandiri lain yang akan disokong dengan dana CSR.

    "Program ini bekerjasama dengan konsultan dari Universitas Sriwijaya. Mereka akan melakukan survei model program seperti apa yang cocok diterapkan kepada masyarakat di sana. Dengan begitu programnya benar benar tepat dan efektif."

    Pertamina memperkirakan dari 104 unit sumur yang dicuri oleh penambang ilegal tersebut, pihaknya kehilangan cadangan minyak mentah mencapai 1000-1500 barel per hari.

    Oleh karena itu, tutur Baron, pengambil alihan sumur itu sangat penting dari sisi penegakan hukum dan mengamankan kepentingan ekonomi dari lapangan migas yang dimiliki oleh perseroan.

    Sementara itu, Menurut Hidayat Tantan, pemerhati migas yang juga CEO Dunia Energi, dalam operasi penertiban tambang ilegal migas di Musi Banyuasin tersebut didapatkan indikasi munculnya limbah B3 dengan volume diperkirakan mencapai 2500 ton.

    "Temuan limbah B3 ini perlu penangana segera, kalau tidak akan merusaka lingkungan di sekitar dan kemudian meluas pada keselamatan lingkungan masyarakat," ujarnya.

    Terkait dengan hal ini, ungkap Baron, Pertamina EP sebagai pemilik lapangan Ramba akan melakukan penanganan, sekalipun limbah itu berasal dari tambang ilegal yang ada di wilayah kerja mereka.

    "Kami sudah menyiapkan program penyelamatan lingkungan dengan  proyek percontohan di sumur 118 Mangunjaya. Di sumur itu terjadi pencemaran lingkungan berat seluas 1 ha. Kami coba tangani dengan perkiraan biaya untuk satu sumur saja bisa Rp1,5 miliar," ujarnya.

    Menurut dia, penanganannya limbahnya dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu mengelola kembali sumur tersebut secara bersih atau melakukan relokasi limbah dengan cara penampungan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).