Perkuat Manufaktur, Ini Permintaan Kadin ke Pemerintah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Johnny Darmawan mengatakan perlu adanya upaya konkret memperkuat industri manufaktur. Untuk itu, terdapat beberapa solusi yang ditawarkan Kadin untuk diimplementasikan bersama antara pemerintah dan swasta. 

    Pemerintah dan pelaku usaha, kata Johnny, harus konsisten terhadap hilirisasi industri berbasis sumber daya alam yang dapat menghasilkan nilai tambah. Pemerintah juga diminta berfokus terhadap kebijakan industri yang berorientasi ekspor. 

    "Pemerintah harus menurunkan harga gas bumi sebagai bahan baku untuk industri dan menyediakan energi dalam jumlah yang memadai serta harga yang bersaing sebagai bahan baku maupun bahan bakar dalam proses produksi," tutur Johnny dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gabungan Bidang Perindustrian dan Perdagangan Kadin Indonesia di Hotel Bidakara, Selasa, 20 September 2016.

    Selain itu, menurut Johnny, pemerintah perlu memberikan insentif fiskal kepada pelaku usaha dalam membangun industri bahan baku dan bahan penolong substitusi impor. Dia mengatakan pembangunan industri bahan baku dan bahan penolong substitusi impor membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga dibutuhkan peran pemerintah.

    Sejumlah permintaan itu diutarakan karena gejala deindustrialisasi mulai terasa dan semakin nyata. Johnny mengungkapkan, hal itu ditandai dengan semakin turunnya kontribusi industri pengolahan nonminyak dan gas (migas) terhadap produk domestik bruto (PDB).

    Johnny berujar, pada 2004, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB masih mencapai 28,34 persen. Namun, pada 2005 hingga kini, kontribusi industri pengolahan nonmigas terus turun. Pada 2013, kontribusi nonmigas hanya sebesar 21,03 persen, pada 2014 hanya sebesar 21,01 persen, dan pada 2015 hanya 20,84 persen. "Gejala deindustrialisasi ini telah mengakibatkan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja yang sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan.”

    Johnny menegaskan, sektor manufaktur merupakan kunci untuk menghindari deindustrialisasi. Sektor manufaktur yang kuat, menurut dia, merupakan syarat untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. "Transformasi ekonomi perlu dilakukan melalui peningkatan daya saing industri di pasar global," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.