Presiden Jokowi Bertemu PM Australia, Apa Saja Yang Dibahas?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2.390 sekor sapi yang didatangkan dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Impor sapi potong dari Australia guna meredam kenaikan harga daging sapi. Tempo/Tony Hartawan

    2.390 sekor sapi yang didatangkan dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Impor sapi potong dari Australia guna meredam kenaikan harga daging sapi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcom Turnbull, di Vientiane Laos, Kamis (8 September 2016). Kedua pimpinan negara itu membahas sejumlah hal, termasuk impor sapi dari Australia ke Indonesia.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Australia membahas sejumlah agenda, di antaranya mengenai rencana kunjungan Presiden ke Australia, yang diperkirkan akan dilaksanakan bulan November mendatang.

    “Ini merupakan pemenuhan dari undangan PM Turnbull yang sudah lama, sejak beliau datang undangannya sudah ada, dan sekarang disampaikan lagi dan Presiden menyampaikan ‘Oke kita coba di koridor bulan November kita akan lakukan kunjungan ke sana’,” kata Retno melalui siaran tertulis, Kamis (8 September 2016).

    Selanjutnya kedua pemimpin negara membahas masalah tidak hanya terkait dengan ‎impor sapi tetapi juga cattle breeding (peternakan sapi). “Itu lebih berkelanjutan, tidak hanya masalah beli-membeli tetapi kemudian menjadikan ketahanan pangan kita lebih berkelanjutan,” ungkap Menlu.

    Adapun terkait kerja sama untuk kontra terorisme, menurut Menlu, Presiden Jokowi dan PM Turnbull sepakat untuk meningkatkan kerja sama kontra terorisme. Salah satu yang dipakai, tuturnya, adalah JCLEC (Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation).

    “Kita sudah bekerjasama lama di JCLEC, ini akan ditingkatkan. Kerja sama informasi intelijen juga akan kita tingkatkan, cyber juga akan kita tingkatkan, sehingga akan ada perkuatan kerja sama untuk kontra terorisme,” jelas Retno.

    Yang terakhir, lanjut Retno, kedua pemimpin membahas masalah kerjasama di bidang maritim. Kebetulan kedua negara juga aktif di EAS (East Asia Summit) maupun di IORA (Indian-Ocean Rim Association).

    Retno mengatakan dalam pertemuan itu PM Turnbull menanyakan kemungkinan Australia bekerjasama memberikan dukungan terhadap kerja sama maritim itu.

    “Tadi Presiden menyampaikan antara lain adalah di IUU (Illegal, Unreported, and Unregularted) Fishing, karena di dalam konteks IORA juga ada kerja sama dalam konteks blue economy yang juga diusung oleh Australia yang kita terus kerjasamakan. Jadi keamanan maritim dan kemakmuran maritim (maritime security and maritime prosperity),” tambahnya.

    Selain Retno, tampak mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu adalah Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.