Wapres JK: Pasar Modal Menarik Jika Bunga Deposito Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, berbincang dengan calon penumpang saat meninjau langsung Terminal 3 baru Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 Agustus 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, berbincang dengan calon penumpang saat meninjau langsung Terminal 3 baru Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 15 Agustus 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pasar modal Indonesia semakin dipercaya. Salah satu kunci agar nasabah mau menanamkan dananya di pasar modal adalah bunga deposito perbankan yang rendah.

    "Pasar modal dari dulu saya katakan baru bisa menarik kalau bunga deposito turun," kata Kalla saat menghadiri acara jalan santai hari ulang tahun pasar modal ke-39, Jalan Sudirman, Jakarta.

    Dia mengatakan saat ini bunga deposito sudah turun sekitar 5 persen. "Baru lebih menarik. Selama ini bagaimana mau menarik kalau bunga deposito 10 persen?" ujarnya. Dengan bunga deposito yang semakin rendah itu, dia berharap nantinya pasar modal semakin dipercaya.

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio sebelumnya mengatakan saat ini rata-rata dana transaksi di bursa mencapai Rp 8 triliun per hari. Jumlah ini naik dari rata-rata Rp 6 triliun per hari sejak diterapkannya tax amnesty sekitar satu bulan lalu.

    Meski demikian, Tito tak bisa memastikan apakah kenaikan itu lantaran adanya dana repatriasi yang masuk ke pasar modal. "Kalau transaksi di bursa, kami tidak pernah tahu, kan siapa yang transaksi itu kami tidak pernah tahu apakah itu dana repatriasi atau tidak," tuturnya, Jumat lalu, di kantor Wakil Presiden, Jakarta.

    Bursa Efek Indonesia menargetkan dana transaksi mencapai sekitar Rp 30 triliun per hari pada 2020. Tito mengatakan target itu dipasang tidak hanya mengandalkan dana repatriasi tax amnesty. "Targetnya, pada 2020, menjadi transaksi bursa terbesar di ASEAN dengan sekitar Rp 30 triliun per hari," ucapnya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.