Laju Penguatan IHSG Terancam Sentimen Global  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG mampu menguat dalam perdagangan Senin, 22 Agustus 2016, sehingga mengukuhkan posisinya di level 5.400. Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, secara teknis, IHSG mencoba berbalik arah menguat namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

    Reza memperkirakan IHSG hari ini berada dalam rentang support 5.382-5.403, dan resistan 5.445-5.488. "Waspadai berkurangnya potensi tersebut seiring dengan masih cenderung melemahnya bursa saham global. Waspadai dan tetap cermati sentimen yang ada," ujar Reza Priyambada dalam pesan tertulisnya, Senin, 23 Agustus 2016.

    Laju IHSG bergerak cenderung melemah sepanjang perdagangan kemarin. Dibuka di zona hijau, kemudian sepanjang perdagangan cenderung variatif melemah seiring dengan sikap pelaku pasar yang masih menunggu sentimen yang ada, terutama dari The Fed. Setelah bergerak variatif, laju IHSG akhirnya ditutup menguat 0,21 persen atau 11,14 poin ke kevel 5,427.17.

    Penguatan terjadi menjelang sesi penutupan seiring dengan laju bursa Eropa yang bergerak serentak di zona hijau pada awal perdagangan. Sementara itu, mata uang Euro yang bergerak cenderung melemah membuat saham-saham Eropa yang berbasis ekspor turut mendapat sisi positif sehingga mampu menopang laju bursa Eropa di teritorial positif.

    Sepanjang pergerakan, IHSG menguat, namun tidak disertai laju rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian bersih. Asing tercatat melakukan aksi beli dari penjualan (net sell) Rp 533 miliar menjadi pembelian (net buy) Rp 285,81 miliar.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI

    Baca Juga
    MPJ: Kami Berharap PDIP di Detik-detik Terakhir Pilih Risma
    Dalam Sehari, Ruhut Mendapat 2 'Kado' dari Demokrat dan MKD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.